SMAK Santa Maria, Luncurkan Program HOPE, Buat Siswa Nyaman di Sekolah



MALANG - SMAK Santa Maria memaksimalkan layanan untuk siswanya melalui program HOPE. Melalui program ini diharapkan siswa merasa nyaman menempuh studi di sana.
Menurut Kepala SMAK Santa Maria, Sr. M. Theresella Karti, SPM., S.Pd, saat ini, tak hanya masyarakat Malang saja yang sekolah di sana, tapi juga luar Pulau Jawa. Terbukti dari siswa baru yang mendaftar tahun ini berasal dari berbagai penjuru tanah air, seperti Maluku, Palu dan Papua.   
“Ketertarikan masyarakat masuk ke sekolah di Jalan Raya Langsep ini bukan tanpa alasan. Konsep pendidikan yang diterapkan SMAK Santa Maria selama ini bermuatan kasih dan cinta. Tentu saja muatan ini berada dalam konteks pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai karakter,” ungkapnya.
Theresella menyebut, HOPE terdiri dari empat huruf yang masing-masing memiliki arti.
Ia memaparkan, diawali dengan huruf H, mempunyai arti humanity. Arti ini melambangkan SMAK Santa Maria memiliki kepedulian dan persaudaraan terhadap sesama.
"Jadi bulan pertama di awal pembelajaran ini kami merangkul siswa baru dengan rasa care dan persaudaraan. Sehingga mereka nyaman dan betah di sekolah ini, terutama bagi mereka yang rumahnya jauh," terangnya.
Misalnya bagi siswa baru yang mengalami kesulitan dalam materi pelajaran. Guru telah membentuk club belajar sebagai pendampingan. Dengan metode tutor sebaya, club tersebut dibentuk dengan melibatkan siswa kelas atas untuk menjadi tutor bagi adik kelas mereka.
"Kami utamakan siswa luar pulau yang mengalami kesulitan. Namun juga tidak menutup kemungkinan bagi siswa yang berasal dari pulau Jawa sendiri," ujar Theresella.  
Selanjutnya, harapan SMAK Santa Maria untuk menjadi lembaga unggul harus ditunjang dengan sikap Obedient. Dalam arti guru dan siswa memiliki kedisiplinan dan kerapian.
"Disiplin dalam hal waktu dan rapi dalam performa. Baik rapi seragam, tugas dan lain sebaginya," jelas Theresella.
Kendati demikian, lanjut dia, guru dan siswa tetap menjalani tugas dan aturan sekolah dengan suka cita dan gembira. Gairah belajar mengajar tetap terus dikembangkan meskipun ada beberapa aturan yang mengikat.
Menurut Theresella, untuk maju dan unggul diperlukan sebuah aturan yang mendidik. Namun tidak membatasi kreatifitas siswa untuk berkembang ke arah yang positif.  Disinilah, makna huruf P dari kata Passion.
"Itu passionnya. Jadi jangan sampai aturan itu dianggap beban, semua untuk kebaikan siswa," imbuhnya. (mp1/sir/oci) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :