Selamat Jalan Bu Yuyun

MALANG - Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.  Kabar duka dari universitas Negeri Malang (UM). Kabag Kerjasama dan Humas UM, Dra. Aminarti Siti Wahyuni,  secara mendadak meninggal dunia pagi tadi. Duka begitu mendalam dirasakan oleh keluarga termasuk rekan-rekan almarhumah di kampus.
Pasalanya, sebelum meninggal almarhumah tidak ada tanda-tanda sakit atau keluhan yang berlebihan. Bahkan sehari sebelumnya,  Senin (10/6), masih sempat mengikuti kegiatan Halalbihalal sampai kegiatan usai.

Dan pada acara yang digelar di Gedung Graha Cakrawala tersebut, Yuyun, sapaan akrabnya, menjadi pemandu acara hingga usai. Ia juga sempat menyapa para rekan,  kolega dan relasinya. Termasuk para wartawan dari berbagai media yang selama ini menjadi patner kerjanya selama ini di bidang hubungan masyarakat. 
“Bu Yuyun kemarin terlihat sehat, bahkan sempat menyanyikan satu lagu dalam acara halalbihalal. Beliau hanya berucap capek usai acara,” kata Indriasanti keponakan Yuyun.  
Dituturkannya, malam hari sebelum meninggal, sempat mengeluh sesak nafas. Keluarganya pun menganjurkan untuk periksa ke dokter, tapi Yuyun menolak. Almarhum hanya minta dikerokin dan langsung istirahat.  
Pada pagi hari, usia salat subuh, Yuyun kembali merasa sesak nafas. Awalnya istirahat di kamar.  Kemudian pindah ke sofa.
“Disitu beliau tidur dan tidak sadarkan diri sampai dinyatakan meninggal dunia,” terangnya dengan mata berkaca-kaca.
Almarhumah dikenal sebagai sosok yang ulet dan tidak mengenal lelah. Yuyun berpulang di usia 56 tahun dengan meninggalkan dua putra. Semangatnya dalam bekerja patut dijadikan contoh oleh rekan dan keluarganya. “Jarang sekali mengeluh sakit, beliau sosok yang selalu riang gembira dan disukai banyak orang,” ucapnya.  
Mewakili keluarga,  Indria mengungkap permintaan maaf untuk almarhumah kepada seluruh pihak. “Termasuk kepada para media yang hampir setiap hari berhubungan dengan beliau,” ungkap Indriasanti.
Rasa kehilangan juga dialami oleh segenap civitas akademika UM. Tak heran sebelum jenazah diberangkatkan ke Blitar untuk dimakamkan, para senat dan dosen sudah berada di rumah duka. Di Jalan Selat Sunda VI/D6 Sawojajar Malang.
Rektor UM, Prof. Dr. H. AH. Rofiuddin, M.Pd mengungkapkan rasa dukanya dengan kehilangan sosok yang dibanggakan kampus selama ini. Ia menilai almarhumah sebagai pribadi yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap lembaga. “Kami sangat kehilangan sosok yang selama ini berjasa membangun dan memajukan UM,” ungkapnya kepada Malang Post.  
Ia mengaku kaget dan merasa tidak percaya saat pagi tadi menerima pesan whatsapp yang berisikan berita duka tersebut. “Saya kira itu hanya candaan saja, karena kemarin beliau masih bersama kami dan sehat sehat saja. Maka saya langsung konfirmasi ke teman-teman. Ternyata benar. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” ucapnya lirih.  
Sebagai penghormatan, ia bersama para wakil rektor turut mengantar jenazah almarhumah ke Blitar, kota asal almarhumah. (imm/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :