Rebutan 10.129 Kursi PTN Dimulai


MALANG - Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dibuka Senin (10/6) hari ini hingga 24 Juni mendatang. Tiga perguruan tinggi negeri (PTN) di Malang sediakan 10.129 kursi untuk 148 prodi melalui jalur SBMPTN. Pendaftaran melalui website . (baca grafis)
Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof. Ravik Karsidi mengatakan
SBMPTN 2019 merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan menggunakan hasil ujian tulis berbasis kompiter (UTBK) dan kriteria lain yang ditetapkan bersama PTN. “Pengelolaan dan pengolahan data untuk kepentingan seleksi jalur SBMPTN dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi,” katanya dalam siaran pers.
Adapun penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN dilakukan dalam dua tahap. Yaitu mengikuti UTBK dan mendaftar SBMPTN. UTBK telah dilaksanakan Mei lalu dalam  dua gelombang. Pesertanya siswa lulusan tahun 2017, 2018 dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2017, 2018, dan 2019. Adapun persyaratan pendaftaran SBMPTN di antaranya bagi siswa SMA/MA/SMK/sederajat lulusan tahun 2017, 2018 harus sudah memiliki ijazah. Sedangkan lulusan tahun 2019 memiliki Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah. Surat tersebut sekurang-kurangnya memuat informasi jati diri dan pasfoto berwarna terbaru yang bersangkutan dengan ditandatangani kepala sekolah dan dibubuhi cap stempel yang sah.
Bagi peserta yang memilih program studi bidang seni dan olah raga wajib mengunggah porto folio. “Syaratnya juga memiliki nilai UTBK dan NISN,  memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi,” tambah Ravik.
Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Universitas Negeri Malang (UM)Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M. Si menambahkan, syarat lain dapat mendaftar sebagai peserta SBMPTN, yaitu siswa yang bersangkutan tidak lulus jalur SNMPTN 2019. “Ini aturan yang berlaku tahun ini. mereka yang sudah diterima di SNMPTN secara otomatis tidak dapat menginput data atau tidak bisa mendaftar ke SBMPTN,” jelasnya.
Aturan tersebut diberlakukan agar peluang siswa masuk PTN bisa lebih luas. Siswa yang tidak diterima di SNMPTN masih memiliki kesempartan untuk masuk melalui jalur SBMPTN. Sedangkan yang sudah diterima di SNMPTN tidak serta merta meninggalkan bangku yang sudah didapat untuk kembali mencari peluang di jalur lain. “Persaingan masuk SNMPTN itu ketat. Kasian kan bagi yang tidak diterima sementara yang diterima meninggalkan begitu saja peluang yang sudah didapat,” imbuhnya.
Siswa yang sudah terdaftar di jalur SNMPTN 2019 tidak perlu lagi mengiput biodata. Tinggal memasukkan nilai UTBK ke laman yang sudah tersedia di website. “Karena tahun ini data jalur SNMPTN dan SBMPTN terintegrasi. Jadi peserta yang tidak lulus SNMPTN tidak perlu menginput biodata lagi,” terangnya. (imm/van)

Berita Lainnya :