Pemerintah Kejar Target Turunkan Angka Kemiskinan

 

 
MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) menggelar seminar bertajuk Peran dan Tata Kelola Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam Pengembangan Ekonomi Daerah, Kamis (13/9). Acara yang digelar di Gedung F Pascasarjana FEB ini menghadirkan narasumber langsung dari perwakilan Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI), Anggota DPR-RI Komisi XI, dan staf khusus presiden bidang ekonomi.
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Prof. Ahmad Erani Yustika, M.Sc., Ph.D menyampaikan pemerintah telah menyiapkan berbagai hal untuk memastikan agar pembangunan ekonomi bisa berjalan dengan bagus. Apa yang sudah sehat dan sudah baik di masa lalu diperkuat dan apa yang kurang itu mesti ditutup.
“Ada lima isu besar yang ditangani pemerintah sejak akhir 2014, tepatnya pada tanggal 20 Oktober 2014 hingga sekarang. Dan insya Allah akan diteruskan,” ungkap Erani.
Ia menyebutkan, isu besar tersebut pertama, memastikan agar pertumbuhan atau makro ekonomi Indonesia itu kokoh, kedua adalah keadilan ekonomi, ketiga menciptakan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang, keempat isu mengenai kemandirian ekonomi dan yang terakhir adalah tata kelola pembangunan.
Selain itu, lanjutnya, pada 2016, untuk pertama kalinya Indonesia mengakhiri kutukan pertumbuhan ekonomi yang terus menurun sejak 2011 sampai 2015. Jika pada 2015 lalu pertumbuhan ekonomi hanya 4,8 persen, pada semester pertama tahun ini menjadi 5,17 persen. Pertumbuhan ekonomi saja tentunya bukan sebuah prestasi jika tidak diiringi dengan penciptaan lapangan pekerjaan dan pengurangan kemiskinan. 
“Dan itulah yang terus menerus kita lakukan. Maret lalu, angka kemiskinan untuk pertama kalinya di bawah 10 persen. Ini merupakan sejarah baru bagi ekonomi Indonesia, khususnya dalam penanganan kemiskinan sehingga bisa diturunkan tepatnya di angka 9,8 persen,” lanjutnya. 
Hal ini merupakan berita bahagia, karena pertumbuhan penduduk yang diikuti pengurangan angka kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan yang dibuktikan dengan berkurangnya pengangguran. 
“Untuk  ke depannya kita berharap untuk angka kemiskinan akan terus menurun dari tahun ke tahun, sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi harapannya ke depan adalah bisa mencapai angkat 5,2 persen,” tegasnya.
Ketua pelaksana seminar, Almuizzudin mengatakan, tujuan dari diadakannya seminar ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih baik kepada mahasiswa, khususnya mengenai bank sentral dan peranannya dalam perekonomian daerah. 
“Dengan diadakannya seminar ini, kami berharap ke depannya kerjasama antara kampus dengan pihak Bank Indonesia bisa ditingkatkan lagi, sehingga bisa membuka peluang bagi mahasiswa, baik untuk meningkatkan keilmuan maupun peluang karir di masa mendatang,” kata Almuizzudin. (ae4/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :