Mengabdi di Kedungsalam, Programkan Keterampilan Hingga Kebudayaan


MALANG - Warga Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang mendapatkan ilmu baru. Selama dua hari, (5-6/7/19), mahasiswa dan dosen Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Merdeka (Unmer) Malang menggelar pelatihan di sana.
Ketua Prodi Ilmu Administrasi Bisnis Unmer Malang Dr. Rosswidjajani, M.Si mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan observasi yang dilakukan mahasiswa semester dua Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis di Desa Kedungsalam.
“Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan mahasiswa akan tetapi dosen-dosen. Kami melatih Ibu-Ibu dengan membuat kerajinan tangan atau handicraft, dimana barang yang tidak berguna menjadi berharga,” ujar perempuan yang akrab disapa Ross kepada Malang Post.
Ross menambahkan, pelatihan digelar berupa pemanfaatan bahan koran bekas menjadi alas makan, vas bunga, dan berupa wadah- wadah lainnya. Sehingga barang yang sebelumnya tidak berguna sekarang menjadi barang yang memiliki seni dan nilai jual.
Dosen Kewarganegaraan Eko Agus Susilo, S. Sos, M.Si menjelaskan, kegiatan di Kedungsalam ini berisikan beberapa hal. Yakni untuk melestarikan kebudayaan adat jawa upacara tanem tuwuh, menjaga alam, dan memberikan pelatihan kerajinan tangan.
“Desa ini terdiri dari berbagai pemeluk agama diantaranya Islam, katolik, dan Kristen akan tetapi mereka dalam satu rumah tetap rukun dan menjaga sikap toleransi yang sudah terpelihara selama bertahun-tahun. Sehingga cocok untuk mahasiswa melakukan observasi tentang multikultur dan budaya terhadap desa ini,” jelasnya.
Eko menjelaskan, bahwa prosesi Upacara Tanem Tuwuh Pengantin Jawa di desa Kedungsalam ini sebenarnya sudah dilakukan akan tetapi proses detailnya masih kurang.
“Tidak hanya mengedukasi warga Desa Kedungsalam, akan tetapi mahasiswa juga harus tahu apa arti pentingnya proses upacara tanem tuwuh dalam pernikahan adat Jawa,” kata Eko.
Lebih dari enam dosen mengabdi dalam kegiatan ini diantaranya, Dr. Rosswidjajani, M.Si, Eko Agus Susilo., S. Sos, M.Si, Ginanjar Indra KN, S.AB., M.AB., Anandhayu Mahatama, S.AB.,M.AB dan Haril Brimantyo, S.AB.,M.AB.
Ketua panitia Andrian Gayuh menyampaikan, kegiatan ini bertajuk “Live In Kedungsalam”.
“Selain memberikan pelatihan kerajinan tangan dan melatih budaya Upacara Tanem tuwuh, kami juga melakukan penelitian mengenai multikultur budaya yang ada di Desa Kedungsalam. Karena kegiatan ini  merupakan serangkaian ujian akhir semester mata kuliah Kewarganegaraan yang bermaksud kedatangan di desa ini yakni mengenal budaya NKRI,” ungkapnya.
Dijelaskannya, Desa Kedungsalam ini merupakan salah satu desa yang menurutnya budayanya sangat kuat. Karena, berbagai adat dan perbedaan agama dalam satu rumah akan tetapi tetap rukun.
“Kami juga mengadakan aksi kebersihan lingkungan yang ada disana. Salah satunya membersihkan sampah-sampah di pantai pasir panjang. Sementara mahasiswa Unmer memberikan buku-buku bacaan kepada salah satu perangkat desa guna untuk membantu sarana pendidikan,” pungkasnya. (mp4/sir/oci)

Berita Lainnya :