Jurnalis Cilik SD Insan Amanah Terbitkan Buku



MALANG - Program literasi yang diterapkan SD Insan Amanah semakin menunjukkan hasil nyata. Setelah suskses menjadi penunjang terhadap hasil Ujian Sekolah tahun pelajaran yang lalu, kali ini program literasi di SD Insan Amanah berhasil mencetak 50 siswa jurnalis cilik.
Tak kurang dari 50 karya tulis yang dihasilkan telah disusun menjadi sebuah buku dengan judul The Journey. Buku tersebut berisi kisah-kisah inspiratif siswa SD Insan Amanah tentang pendidikan karakter.
Waka Kesiswaan dan  Humas SD Insan Amanah, Sri Endah Pujiningrum, S.Pd mengatakan buku dengan Penerbit Kota Tua tersebut akan dilaunching pada saat pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI Ke 72, pada 17 Agustus mendatang. "Ini sebagai bentuk penghargaan untuk anak-anak yang telah berusaha menghasilkan karya tulis," ucapnya.
Ia menambahkan, hingga minggu ini sudah lebih dari 400 buku yang dicetak. Rencananya pihak sekolah akan menambah cetak lebih banyak lagi. "Karena orang tua masih banyak yang berminat untuk membeli," katanya.
Sebelum launching buku, 50 siswa yang terlibat dalam penerbitan buku tersebut, berkunjung ke beberapa tokoh penting dunia pendidikan di Kota Malang. Mereka didampingi oleh kepala SD Insan Amanah berkunjung ke Kepala Dinas Pendidikan, Dra. Zubaidah M.M dan Guru Besar UM Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd.
Bahkan kata Endah, para siswa akan diajak berkunjung ke rumah Menteri Pendidikan, Prof. Dr. Muhajir Efendy, M. Pd. "Harapannya dengan anjangsana ini anak-anak semakin termotivasi untuk membaca dan menulis, ditengah maraknya pengaruh penggunaan gadget yang menyita banyak waktu," terang Endah.
Terkait dengan isi dari buku The Journey tersebut, ia menegaskan, 100 persen merupakan hasil karya siswa. Pihak guru hanya membantu proses pengetikan dan editor. "Semuanya murni karya anak-anak, kita tampilkan apa adanya tanpa ada rekayasa," tegasnya.
Meskipun demikian, lanjut Endah, hasil karya 50 siswa ini tidak asal-asalan. Sebelumnya mereka telah mengikuti pembinaan dalam bentuk diklat jurnalistik. Sebanyak 30 siswa diantaranya merupakan duta karakter SD Insan Amanah, dan sisanya hasil seleksi dari diklat.
Materi yang ditulis, berkaitan dengan kebiasaan siswa itu sendiri. Baik di rumah, di sekolah dan di berbagai tempat. "Termasuk kebiasaan anak di tempat umum. Sehingga tulisan ini menggambarkan karakter anak itu sendiri. Karena antara di rumah, di sekolah maupun di tempat lain itu kondisinya berbeda," tukasnya. (mp1/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :