Hari Ini, ITN Kenalkan Duta Anti Narkoba


 
MALANG – Ada yang baru dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar di ITN. Jika tahun sebelumnya sebatas bersinergi dengan BNN untuk test urine saja, pelaksanaan PKKMB akan diisi dengan pembentukan duta anti narkoba ITN sekaligus pelepasan balon yang akan diikuti oleh 200 maba, Jumat (14/9).
“Tahun ini, empat mahasiswa terpilih akan mengucapkan ikrar anti narkoba dan kemudian menjadi duta anti narkoba ITN,” ujar Pembina UKM persatuan mahasiswa anti narkoba (PESAN) ITN, Aladin Eko Purkuncoro ST MT kepada Malang Post. 
Keempat mahasiswa itu berasal dari fakultas teknologi industri dan fakultas teknik sipil dan perencanaan. Sebelumnya, mahasiswa tersebut telah mengikuti tahapan seleksi dan interview yang dilakukan pada beberapa jurusan. Duta anti narkoba ini akan menjalankan peran aktif dalam mengedukasi penyalahgunaan narkoba bersama BNN. 
“Pencegahan narkoba dimulai dari lingkungan ITN terlebih dulu. Duta yang terpilih akan membawa pesan anti narkoba dan mengikuti FGD untuk diskusi anti narkoba bersama dengan BNN,” ungkap penggiat anti narkoba kota Malang ini.
Tentu saja, pengaruh penyalahgunaan narkoba begitu buruk bagi mahasiswa bahkan pelajar. Maka mulai awal perlu dilakukan pendekatan sebagai upaya preventif untuk mendeteksi maba yang terjerumus penyalahgunaan narkotika sebelum menjalani studi di ITN. Selama dua tahun terakhir, ITN telah rutin melaksanakan tes urin pada maba.
“Tahun lalu hasilnya negatif semua. Jika ditemukan ada yang positif memakai, tidak langsung out tetapi akan ada kebijakan rehabilitasi,” tegas Dosen Teknik Mesin ITN.
Pada pra PKKMB, 1.087 maba telah mendapat ‘kejutan’ dengan adanya tes urine pemeriksaan anti narkoba. Meski tak merasa khawatir dengan hasilnya, sebagian maba ITN terlihat was-was. Dalam pelaksanaannya, maba dibagi menjadi 22 regu dengan bergantian tiap dua kloter ‘diculik’ untuk menjalani test urine itu.
Tentu tidak ada pemberitahuan kepada mahasiswa baik berupa pengumuman dijadwal maupun informasi secara peseorangan. Hal ini bertujuan agar pemeriksaan lebih efektif dalam mendeteksi seluruh maba ITN.
“Sebelumnya tidak ada pemberitahuan kalau ada tes urine. Menurut saya ini sangat baik untuk melihat apakah terdeteksi adanya narkoba bagi maba,” ujar salah satu maba, Kireine Wardani usai tes urine.
Hari kedua pelaksanaan PKKMB, 19 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) diberi kesempatan untuk mendemonstrasikan performanya. Setelah unjuk kebolehan, sebagian maba diperbolehkan langsung mendaftarkan diri pada UKM yang dikehendaki tanpa adanya batasan. (ita/oci) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :