FKH UB Gelar Lokakarya Selamatkan Penyu Malang Selatan


MALANG - Eksistensi penyu terancam di habitatnya karena ulah manusia. Kondisi itu memunculkan kepedulian Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB). Untuk menyelamatkan penyu, FKH UB menggelar lokakarya sebagai dukungan terhadap program konservasi penyu di perairan laut Malang Selatan.
FKH UB berkolaborasi dengan sejumlah pihak, mulai dari Lembaga Swadaya Masyarakat Bajul Mati Sea Turtle Conservation (BSTC), instansi pemerintah serta institusi pendidikan.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk partisipasi aktif FKH UB, sekaligus tanggung jawab sosial dari multipihak sebagai upaya penyelamatan penyu satwa dilindungi. Mengingat satwa di lindungi melalui peraturan nasional maupun internasional," kata Dekan FKH UB, Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc.
Dengan mengusung tema 'Pemetaan Permasalahan dan Penetapan Langkah Strategis dalam Konservasi Penyu di Malang Selatan', kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan visitasi lapang terkait upaya konservasi penyu di Malang Selatan yang telah dilakukan BSTC.
"Banyak permasalahan dari berbagai segi, upaya perlindungan dan penyelamatan sering mengalami hambatan. Hal ini menjadi isu internasional. Pencarian solusinya membutuhkan peran, kerjasama serta koordinasi dari multipihak," sambungnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 14 -15 Juli lalu. Pada hari kedua didiskusikan bersama terkait persoalan konservasi. Hari sebelumnya, kegiatan workshop dan visitasi lapang juga dilakukan pemeriksaan satwa yang ada di sana.
Kegiatan pemeriksaan medis dilakukan tim dokter FKH UB yang dibantu para dokter hewan alumni yang telah bekerja di dunia konservasi satwa liar.
Ketua Pelaksana lokakarya, drh. Albiruni Haryo, M.Sc menyampaikan, beberapa poin utama terkait penyu sebagai satwa liar yang dilindungi. Pentingnya peran tenaga medis dalam medik konservasi, penguatan kelembagaan dan sinergitas antar stakeholder, serta kerjasama antar pihak untuk dapat mendukung kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi yang dilaksanakan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya.
"Kegiatan ini menghasilkan rekomendasi yang disepakati peserta lokakarya dan ditandatangani perwakilan peserta yang berasal dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jawa Timur II, Bajulmati Sea Turtle Conservation, Universitas Ma Chung, Institut Pertanian Malang, The Aspinall Foundation, Yayasan Bakti Alam Sendang Biru, dan Ketua Pelaksana Kegiatan Lokakarya Konservasi Penyu Malang Selatan," tandasnya.(mg3/adv/aim)

Berita Terkait