Dheri : Si Wisudawan UB yang Inovator Sekaligus Seniman


MALANG - Muda dan Berprestasi. Begitulah gambaran singkat Muhammad Dheri Maulana Akbar, wisudawan Universitas Brawijaya (UB) periode IX TA 2018/2019. Dheri akan menjalani proses wisuda bersama seribu wisudawan lain pada Sabtu (16/3/2019).
Dheri yang merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro 2014 mengawali karirnya di bidang seni sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ketika masuk ke SMP, Dheri mencoba peruntungan di bidang tarik suara lewat ajang pencarian bakat seperti Indonesian Idol dan Indonesia Mencari Bakat. Meskipun perjuangannya kerap terhenti, Dheri yang juga tergabung dalam MNC Talent tidak patah semangat. Dia terus mencoba berkarya di bidang seni dengan bermain band bersama teman-temannya SMP.
Ketika masuk SMA, Dheri mencoba peruntungan di bidang tarik suara. Kali ini dewi fortuna berpihak ke dirinya. Dia bersama 33 perwakilan dari masing-masing provinsi di Indonesia mendapat undangan untuk menyanyi di Istana Negara.
“Saya tergabung dalam Tim Nasional paduan suara kenegaraan yang berasal dari 33 perwakilan provinsi di Indonesia diundang di istana negara untuk bernyanyi pada saat detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesai 17 Agustus 2013,” ujar putra terakhir pasangan kushadi dan artatik agustini ini.
Cukup membanggakan, meski terlahir dari keluarga sederhana ia bersama tim paduan suara yang dipilih dari setiap perwakilan provinsi juga diundang bernyanyi di acara sidang paripurna DPR RI.
“Selain itu, saya juga pernah bernyanyi di Gedung Grahadi Jawa Timur pada saat upacara kemerdekaan. Saat itu saya menyanyi solo diiringi 1000 siswa siswi paduan suara,”katanya dengan bangga.
Di tahun kedua perkuliahan, sang ayah pensiun dan beralih profesi menjadi supir taksi online. Tapi ini tidak melunturkan semangat juang Dheri untuk menyelesaikan studinya. Ia aktif mencari beasiswa dan menggunakan bakat serta potensinya utk membiayai kuliah.
Menjadi penyanyi wedding dan berbagai event menjadikannya semakin sukses di bidang tarik suara. Tapi kiprahnya ini tidak membuatnya melupakan pendidikan di kelas.
Dheri yang mempunyai prinsip Try To Always Focus in One Condition. Saat di kelas, ia akan fokus di akademik dan begitu pula saat  berkiprah di belantika musik indonesia. Dengan hal ini, keduanya dapat berjalan maksimal. Di akademik ia mampu lulus cumlaude, dan di non akademik ia mampu berambah level nasional dan internasional.
“Saya masuk ke jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya pada tahun 2014 lewat jalur SBMPTN. Awalnya saya mencoba jurusan kedokteran lewat SNMPTN namun tidak lolos,” katanya.(adv/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :