Bijak Bermedsos Bisa Cegah Radikalisme


MALANG - Ribuan mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Malang (UM) dibekali materi anti radikalisme sepanjang prosesi pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB) di Graha Cakrawala, Selasa (13/8). Kanit 2 Subdit 4 Kamneg Dit Intelkam Polda Jatim, Khayat S.H menyampaikan bahwa mahasiswa kini harus pandai-pandai memfilter konten-konten di media sosial (mesos).
"Banyak modus operandi mengikuti perkembangan dunia digital khususnya lewat media sosial. Untuk itu, mahasiswa harus bisa memfilter penggunaan medsos, jangan sampai terhasut berita yang tidak akurat," pesannya ketika memberi materi kepada seluruh mahasiswa baru UM tahun ajaran 2019/2020 kali ini.
Menurutnya, paparan radikalisme bisa saja disebarkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab melalui konten-konten terselubung di media sosial. Lebih lanjut, pemberian materi anti radikalisme tersebut menyesuaikan tema yang memang telah diusung yakni UM sebagai Perguruan Tinggi NKRI.
"Tema ini merespon dari perkembangan zaman. Kemudian jadi langkah kita dalam menghadapi tantangan di era ini," terang Ketua Panitia Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si kepada Malang Post.
Tak hanya itu, pada pembukaan PK2MB kali ini mereka juga diberi materi terkait dengan anti korupsi, bela negara hingga pembekalan materi keagamaan kepada para mahasiswa.
"Utamanya dari PK2MB adalah kita berikan bekal untuk menghindari pengaruh buruk, dan juga bagaimana memahami kehidupan kampus,  sarana prasarana di perguruan tinggi. Jadi agar mereka minggu depan siap untuk belajar," paparnya.
Dibuka langsung oleh Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi'udin, M.Pd, PK2MB kali ini diikuti oleh 6.762 mahasiswa baru yang diterima melalui tiga jalur yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), dan juga jalur seleksi mandiri. Mereka semua terdiri dari delapan fakultas yang terdapat di UM.
Lebih lanjut, pemantapan materi anti radikalisme diberikan melalui pemaparan keagamaan yang diberikan oleh Dr. KH. Zainur Rozikin. Disampaikan olehnya, bahwa mahasiswa harus menyeimbangkan antara menimba ilmu agama dan juga ilmu umum. Sebab, keduanya menjadi kunci utama dalam meraih kemaslahatan di dalam kehidupan.
"Masa muda dari para maba ini harus terarah, harus seimbang antara ilmu agama dan ilmu umum. Menimba ilmu agama pun harus sesuai koridor, jangan sampai terpapar radikalisme," ungkap pria yang akrab disapa Zein ini.
Meskipun diberikan dipenghujung acara, materi keagamaan kali ini justru menarik perhatian dari para maba peserta PK2MB kali ini. Sebab penyampaian materi oleh KH. Zein dibawakan dengan asik yang menghilangkan rasa letih para maba lantaran telah mengikuti prosesi PK2MB sejak pagi hari.
Kemudian sejumlah pesan juga ia berikan kepada para maba kali ini agar senantiasa memanfaatkan usia muda dengan hal-hal yang bermanfaat, bahkan kalau bisa memberi manfaat kepada sesama. Juga harus diiringi dengan tirakat-tirakat seperti selalu bersalawat, puasa Senin - Kamis, hingga beramal.
PK2MB di UM akan dilaksanakan selama enam hari hingga (18/8). Selanjutnya kegiatan PK2MB akan berlanjut di fakultas. Sementara itu, selama PK2MB ini kampus telah membuka portal sejak pukul 05.00 WIB pagi untuk mengurangi kerumunan. Kemudian, rangkaian agenda PK2MB dibatasi maksimal hanga sampai dengan pukul 13.00 WIB. (mg3/adv/oci)

Berita Terkait