Bersinergi dengan Sudan dan Baghdad



MALANG – UIN Maliki akan memperpanjang kerja sama dengan Sudan. Kerja sama yang telah dilakukan sejak 2006 lalu, akan dimulai kembali dengan kedatangan dosen pilihan dari Sudan setelah idul Adha nanti.
“Kehadiran native speaker dari Sudan sangat membantu kelancaran dan keberanian berbahasa sehingga terbentuk lingkungan berbahasa,” ujar Kabag Kerjasama UIN Maliki, Dr Saiful Mustofa MPd kepada Malang Post, kemarin.
Saiful membeberkan, kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat keilmuan dan kabahasaan Arab bagi civitas UIN Maliki. Biasanya Sudan akan mengirim lima dosen yang terdiri dari dua profesor dan tiga doktor. Ada dua rumah dan mobil sebagai fasilitas bagi dosen Sudan untuk mengajar mahasiswa S1-S3.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki, Prof Dr Abdul Haris MAg mengaku kerja sama dengan dosen Sudan dibiayai pribadi. Terdata, UIN Maliki telah melakukan kerja sama dengan 29 perguruan tinggi di luar negeri. Kerja sama itu terbilang relative, mulai dari sesama perguruan tinggi yang mengirim mahasiswa dan dosennya. Seperti dari Jepang yang setiap tahun UIN Maliki rutin menerima dosen tamu. Sedangkan, di Al Azhar UIN Maliki juga mengirim minimal satu dosen untuk mengajar bahasa Indonesia disana selama empat bulan.
Di bidang kerja sama, UIN Maliki menggandeng Universitas Baghdad. Selain untuk meningkatkan kualitas SDM, kerja sama tersebut juga dapat meningkatkan hubungan kedua negara, dengan dimulai dari bidang pendidikan. Universitas Baghdad sengaja dipilih karena termasuk salah satu perguruan tinggi besar di Irak. Saat ini,  tercatat mahasiswanya mencapai 70 ribu orang.
"Kampus ini juga menjadi tempat alm. Gus Dur menimba ilmu pada tahun 70-an, sehingga menjadi pilihan tepat," ujar Dubes RI di Iraq Bambang Antariksa dalam pertemuan intern antara UIN Maliki Malang dan Universitas Baghdad.
Sementara itu, Rektor Universitas Baghdad, Prof. Alaa A. Abdul Rasool menyambut baik kerja sama ini.  Dia mengaku siap bersinergi dalam pemberian beasiswa, pertukaran mahasiswa dan dosen untuk bidang ilmu sosial, pendidikan, sains dan teknologi. Selain itu, penelitian bersama yang ditulis di Jurnal terindeks Scopus juga akan dilakuakn dengan penyelenggaraan seminar atau konferensi. (ita/sir/oci)

Berita Lainnya :