Pramuka dalam Prespektif Perjuangan Bangsa

Oleh : Sigit Pramono
Pembina Pramuka SMK PGRI 3 Malang dan
Sekretaris DPC ISRI Kota Malang

“Sejarah PRAMUKA di Indonesia tidak bisa lepas dari sejarah kepanduan duniadanperjuangan bangsa Indonesia”

“Semoga Pramuka Indonesia bisa menjadi DI SANALAH AKU BERDIRI JADI PANDU IBUKU”

Sekelumit Tentang Sir Baden Powel
Baden Powel lahir di Inggris 22 Februari 1857. Dalam karier militernya Baden Powel pernah mengenyam pedidikan artileri yaitu keahlian militer pada senjata meriam. Baden Powel tercatat sebagai anggota militer Kerajaan Inggris pada tahun 1876 sampai dengan 1910. Selama berkarier di dunia militer pernah beberapa kali melaksanakan tugas pertempuran, salah satunya adalah perang Boer di Afrika Selatan yaitu perang antara kerajaan Inggris melawan penduduk Boer Afrika Selatan yang berbahasa Belanda.

Tokoh Idola Berperan Cegah Narkoba

Oleh: Nova Enggar Fajarianto
Mahasiswa PKN STAN, Kementerian Keuangan


Indonesia adalah negara yang besar. Di mana keberhasilannya ditentukan oleh tangan para generasi muda. Negara yang besar, tidak lepas dari permasalahan yang besar pula. Karena semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpanya. Itulah yang terjadi di negara kita tercinta. Di tengah-tengah pembangunan nasional yang megah, kita diingatkan akan sebuah ‘PR’ bersama. Sebuah fenomena sosial yang ramai dibicarakan sebagai penyebab bobroknya moral bangsa. Sebut saja narkoba. Narkoba merupakan obat-obatan yang akan bermanfaat jika digunakan dalam hal kesehatan. Namun akan sangat berbahaya jika dikonsumsi secara illegal. Peredaran dan dampak narkoba saat ini sangat meresahkan.

Bijak Gunakan Smartphone dengan Kindle

Margareth Alfania Fidela Dhiru
(Mahasiswa London School of Public Relations, Jakarta)


Tujuh tahun lalu, ketika masih duduk di bangku sekolah menengah atas merupakan masa yang paling indah bagi saya walaupun tanpa kehadiran smartphone. Saya sering menghabiskan waktu di Perpustakaan Umum kota Malang untuk membaca buku atau sekadar bertukar pikiran dengan teman. Yang saya lihat saat ini sungguh berbeda. Seringkali saya melihat remaja masa kini cenderung acuh dengan lingkungan sekitar dan lebih mementingkan smartphone yang mereka miliki. Adik saya misalnya, dia lebih senang menggunakan smartphone dan mencari channel hiburan yang menurut saya tidak mendidik. Dia tidak pernah rewel membeli buku, melainkan rewel meminta kuota data internet. Kuota tersebut tidak digunakan untuk membaca info-info menarik tetapi justru digunakan untuk bermain game online, memposting foto di media sosial, melihat foto-foto artis atau melihat video hiburan yang kurang mendidik. Kebiasaan tersebut membuat minat membaca adik saya kian menurun dan susah untuk berpikir kritis sehingga prestasinya di sekolah semakin menurun pula.