Pers dan Isu Pembangunan yang Terpinggirkan


Pers sebagai Kontrol Sosial
Pasca kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tensi serta porsi berita sosial dan politik bukan berarti ikut menurun. Pers tetap harus memberikan pancaran kebenaran atas informasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Bahkan pers dituntut terus berpihak pada kepentingan publik. Sehingga dapat dikatakan bahwa pasca pemilu 2019, fungsi Pers memasuki babak baru, yaitu mengawal kinerja para anggota dewan terpilih dan kerja-kerja Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang hasilnya sudah diketok oleh palu Mahkamah Konstitusi pada 27 Juni lalu.

Pemimpin yang Kembangkan "Cahaya Tuhan"

Oleh Ana Rokhmatussa’diyah
(Dosen Fakultas Hukum Unisma Penulis Buku - Ketua Pokja 1 TP PKK Kota Malang dan ketua Club Socialita Malang Raya)

“Hidup kita meningkat hanya bila kita mengambil kesempatan-kesempatan, dan risiko pertama dan paling sulit yang dapat kita ambil adalah jujur dengan diri kita sendiri”, demikian Walter Anderson, yang sebenarnya ditujukan pada setiap diri kita untuk selalu optimis dan berkreasi di lini apapun supaya kehidupan ini menjadi bermakna.
Kita akan merasa seperti menjadi orang yang tidak berguna atau tidak bermanfaat dalam hidup ini karena kesalahan “memanajemen” diri yang tidak berpijak pada “ideologi” kehidupan, bahwa dalam hidup ini, seseorang harus terus kreatif dan inovatif. Tidak boleh namnya putus asa atau menyerah dengan kondisi. Sesulit atau seberat apapun kondisi yang dihadapinya, harus didekonstruksinya dengan usaha atau melakukan aktivitas agar bisa menghasilkan perubahan hidup.

Koperasi dan Industri 4.0


Satu setegah abad lebih sudah koperasi di Indonesia berdiri setelah ditetapkannya Hari Koperasi pada 12 Juli 1947 di Tasikmalaya. Koperasi merupakan suatu sistem ekonomi yang berprinsip kekeluargaan dan gotong royong.