Positive Thinking di Era Medsos

 
Kebahagiaan tidak akan pernah bisa ditukar oleh apa pun. Harta, jabatan, dan apa pun yang dimiliki hanyalah titipan belaka yang menjadi sarana prasarana untuk menunjang dalam kehidupan ini. Bukan menjadi satu-satunya nilai yang menjamin tercapainya rasa bahagia itu, tetapi hanya menjadi alat dan instrumen saja serta menjadi jalan untuk meraihnya. 

Kuldesak Radikalisme

 
Rilisan Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol. Hamli, bahwa tujuh kampus PTN terpapar radikalisme  menuai kehebohan. Menurut BNPT, ketujuh kampus: UI, ITB, IPB, Undip, ITS, Unair, dan UB, bahkan hampir semua PTN dan PTS, terutama fakultas eksakta di Jawa, telah tersusupi radikalisme. Tak lama setelah itu (2/6), Densus 88 menangkap tiga alumni Unri yang diduga merakit bom di Pekanbaru.  Meski telah dipertegas bahwa temuan itu hasil riset, termasuk dari lembaga lain seperti Alvara dan BIN, serta didukung dengan pernyataan Menristek Dikti, M. Nasir, publik telah terbelah. 

Lebaran Ala Digital

Munculnya media baru (new media) berupa internet telah membawa banyak urusan berpindah ke ranah digital. Tak terkecuali momentum lebaran tahun ini. Mulai kartu ucapan lebaran, hingga beragam informasi seputar perjalanan mudik lebaran disediakan oleh banyak pihak secara online. Ritual mudik lebaran dan silaturahmi menjadi lebih mudah berkat beragam layanan digital yang bisa diakses lewat smartphone.
Inilah Lebaran ala digital. Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang diawali dengan tradisi mudik Lebaran menjadi perbincangan oleh hampir semua pengguna beragam platform media sosial (medsos) seperti Facebook, Instagram, Twitter, Line, WhatsApp, dan beberapa medsos lain. Lalu lintas (traffic) pembicaraan yang berkaitan dengan Lebaran frekuensinya melonjak naik dibanding hari-hari biasa.