Mewujudkan Swasembada Garam

Oleh Isnan Murdiansyah,SE,MSA,Ak,CA
Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Sebuah persoalan krusial yang harus diselesaikan pemerintahan Jokowi-JK dalam sisa kepemimpinannya ialah impor, utamanya impor garam industri. Betapa tidak, garam merupakan salah satu campuran bahan masak yang selalu dibutuhkan orang baik untuk konsumsi maupun industri setiap harinya. Dengan anugerah dua pertiga wilayahnya merupakan lautan dan garis pantai terpanjang kedua di dunia, seyogyanya Indonesia berkelimpahan produksi garam. Namun faktanya, setiap tahun impor garam terus dilakukan pemerintah ke dalam negeri.
Meski tahun 2012-2015 Indonesia telah mencapai swasembada garam konsumsi, kita tetap tak boleh berbangga diri.

Ikhtiar Meningkatkan Kualitas Guru

Ahmad Fatoni
Pengajar Pendidikan Bahasa Arab UMM

Harus diakui, sampai saat ini, kualitas guru di Indonesia masih tergolong sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya. Lantas, bagaimana mutu pendidikan Indonesia akan mengalami peningkatan bila kualitas guru yang tersedia masih di bawah standar?
Berdasarkan data UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report 2016, pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang dan kualitas guru menempati ukuran ke-14 dari 14 negara berkembang di dunia, Jumlah guru mengalami peningkatan sebanyak 382% dari 1999/2000 menjadi sebanyak 3 juta orang lebih, sementara peningkatan jumlah peserta didik hanya 17%. Dari 3.9 juta guru yang ada, masih terdapat 25% guru yang belum memenuhi syarat kualifikasi akademik dan 52% di antaranya belum memiliki sertifikat profesi.

Tantangan Malang Post dalam Masyarakat Multikultur

Oleh : Nurudin
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan penulis buku

Malang tumbuh sangat pesat dengan berbagai kemajuan dan problem yang terus mengiringinya. Pertumbuhan pesat itu salah satunya dipicu oleh klaim masyarakat di Indonesia bahwa Malang adalah kota pendidikan. Akibat atribut ini, mereka mendudukkan Malang sebagai salah satu tujuan sekolah dan kuliah.
Masyarakat kemudian berbondong-bondong untuk menyekolahkan anak-anaknya ke Malang. Tidak itu saja, di sisi lain Malang dikenal sebagai kota pariwisata karena udaranya yang dingin. Akibatnya, banyak pihak menginvestasikan dananya untuk membangun tempat pariwisata dan fasilitas lain. Termasuk ingin bertempat tinggal di kota dingin Malang.