Algojo Ambang Batas Parlemen

Oleh Dewi Ratna Mutu Manikam, SE,
Warga  Kelurahan  Rampal Celaket Kota Malang

Perayaan demokrasi atau Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Dag dig dug bukan saja hadir dari para calon-calon legislatif yang membawa mandat konstituennya agar lolos dapat mewakili, namun debar dalam balutan kecemasan juga hadir bagi sejumlah partai politik. Kekhawatiran paling ekstrem adalah kemungkinan untuk tidak lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold).
Inilah kegelisahan awal  atau dampak pendahuluan dari pemilu serentak yang kali pertama akan diterapkan pada Pemilu 2019. Ada kegalauan di antara partai politik menengah terkait apa yang populer disebut sebagai ‘efek ekor jas’ (coat tail effect).
Efek ekor jas, begitulah teori atau konsep yang tiba-tiba menghantui kalangan partai yang tidak mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden dari partainya sendiri, alias hanya terlibat sebagai mitra dalam koalisi partai pengusung.

Pekerja Migran, Pahlawan Devisa yang Tak Pernah Diperingati

Oleh: Zuhro Rosyidah
Pengurus LP3TP2A Kabupaten Malang

Hari ini kita memperingati Migran Day, Penting sekali untuk sebuah daerah yang merupakan penyumbang pekerja migran terbesar kedua di Indonesia, seperti kabupaten Malang ini.
Kabupaten Malang merupakan daerah di Jawa timur yang mempunyai luas wilayah 3.530,65 km² dan merupakan kabupaten dengan populasi terbesar di Jawa Timur, dengan jumlah penduduk saat ini berkisar 3,2 juta jiwa. Tersebar di 33 Kecamatan dan hampir 400 desa dan kelurahan.
Jumlah penduduk yang banyak sementara pengelolaan sumber daya kurang maksimal, tentu akan menyebabkan persoalan terhadap kebutuhan pencarian kerja yang tinggi. Pergi keluar negeri masih dianggap sebagai salah satu solusi. Menjadi pekerja migran tidak hanya keluar negeri tapi juga keluar daerah, masih banyak dilakukan oleh warga Kabupaten Malang.

Berita Terkait

Berita Lainnya :