Superman Itu Tetangganya Sendiri

Merdeka!
Dan Turki merdeka juga. Dari krisis moneter yang begitu mencekam.
Merdeka!
Dan Turki berhasil menginjak rem tepat waktu: saat roda ekonominya berada di bibir jurang.
Memang posisi rodanya masih tetap di tebing. Tapi sudah ada superman. Yang menahannya. Untuk tidak terjungkal.
Superman itu tetangganya sendiri: Emir Syeikh Tamim bin Hamal Al Thani. Pemimpin tertinggi Qatar. Negara kecil yang sakunya besar.
Syeikh Tamim datang ke Turki. Rabu lalu. Tepat waktu. Setelah bicara-bicara 3,5 jam semuanya beres: Qatar akan meminjami Turki. Dana besar. Angkanya luar biasa: 15 miliar Dolar. Hampir Rp 200 triliun.
Begitu mendapat obat penurun panas dari Qatar itu, suhu Lira turun. Mata uang Turki itu langsung menguat. Tiga hari terakhir sudah menguat 17 persen.

Tafsir Wapres Untuk Nasib Sendiri

Multi tafsir. Mengapa Jokowi pilih Ma’ruf Amin. Dan mengapa Prabowo pilih Sandiaga Uno.
Tafsir 1:
Dua-duanya percaya diri. Berani tidak ambil tokoh dengan rating tinggi.
Jokowi mungkin percaya omongan ini: disandingkan dengan sandal jepit pun akan menang.
Pasangan yang dipilih tidak harus yang bisa menambah suara. Yang penting tidak mengurangi suara.
Itu mirip dengan posisi Pak SBY. Di periode kedua, yang memilih Pak Budiono. Sebagai cawapres: tua, nurut, tidak mbantahan, tidak menjadi matahari kembar, tidak punya potensi menjadi presiden berikutnya.
Dengan pasangan seperti itu Pak Jokowi berharap bisa jadi satu-satunya matahari.
Pertanyaan: benarkah Kiai Ma’ruf Amin tidak mengurangi suara Jokowi?

Berita Terkait

Berita Lainnya :