Sukseskan Pilkada Damai, Jangan Golput


Oleh : Drs. Peni Suparto, M.AP*
 
Beberapa hari lagi, pada 27 Juni akan dilangsungkan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018, termasuk pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota Malang periode 2018–2023. Demokrasi sudah menjadi pilihan sebagai bagian dari sistem kenegaraan, maka Pemilukada sebagai produk dari sistem demokrasi ini, mau tak mau, suka atau tidak suka harus kita jalankan sesuai mekanisme yang ada. Antara lain dengan memberikan hak pilih sesuai dengan keyakinan politik masing-masing warga Kota Malang.
Memang harus diakui Pilkada Kota Malang kali ini kurang meriah dibanding pesta demokrasi sebelumnya, disebabkan banyak faktor. Antara lain persoalan hukum yang sedang ditangani KPK terhadap beberapa kontestan Pilkada. Namun aturan telah menegaskan bahwa dengan kondisi tersebut Pilkada harus tetap dilaksanakan dan disukseskan secara bersama-sama. Apapun hasilnya nanti, maka itulah produk demokrasi yang harus kita terima dengan lapang dada. 
Problem hukum yang terjadi di Kota Malang sekaligus membawa hikmah bagi masyarakat luas, bahwa pemimpin itu harus paham akan tugasnya, taat aturan, bekerja profesional, terbuka dari kritikan dan sanggup merealisasikan kepemimpinan yang bermartabat dalam tindakan nyata bukan sekadar slogan. Pada saat inilah masyarakat akan melihat, menilai dan memutuskan siapa yang paling layak menjadi pemimpin rakyat. Kemandirian rakyat dalam mengambil keputusan politik pasti akan melahirkan kepemimpinan yang berkualitas. 
Baik sebagai warga Kota Malang dan mantan pejabat publik, saya sangat berharap khususnya Pilkada Kota Malang dan Pilgub Jawa Timur berjalan lancar, aman, damai dan demokratis. Melalui tulisan ini saya mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pesta demokrasi ini, tetap menjaga kerukunan dan jangan golput. Berikan hak suara Anda sebagai bagian dari dukungan menyukseskan pelaksanaan Pilkada. Karena hasil Pilkada nanti merepresentasikan aspirasi politik rakyat, akan menentukan arah dan jalannya pembangunan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan sampai pesta demokrasi yang sepenuhnya dibiayai dari anggaran masyarakat ini sekadar menjadi rutinitas politik yang tidak melahirkan perubahan berarti dan kemajuan untuk Kota Malang dan Jawa Timur. Kualitas hasil Pilkada sangat tergantung dari partisipasi dan pilihan politik masyarakat. Bahwa ongkos pesta demokrasi Pilkada langsung ini sangat mahal, triliunan dana dari APBN telah dikeluarkan, belum lagi dari APBD daerah-daerah, dengan harapan akan menjadi "investasi" demokrasi dalam mencetak SDM politik yang mampu mengemban amanah rakyat dan menjawab tuntutan masyarakat.
Tanggal 27 Juni yang tinggal beberapa hari lagi ini, akan menjadi momentum perubahan, kesempatan untuk mencetak pemimpin yang didukung masyarakat serta mendukung rakyatnya tanpa pandang bulu. Di akhir tulisan ini, saya sampaikan lagi tiga pesan penting untuk menyukseskan Pilkada Kota Malang; pertama, mendukung pelaksanaan Pilkada yang kondusif lancar dan damai sebagaimana slogan Arek Malang, Salam Satu Jiwa,  kedua siap menerima apapun hasilnya dan ketiga, gunakan hak politik dengan mencoblos paslon yang sesuai dengan pilihan.
Selamat bekerja kepada para pelaksana dan pengawas Pilkada, tetap bekerja sesuai relnya dan bebas dari segala macam intervensi luar. Publik akan menjadi “pengawas” yang paling otentik dalam setiap jalannya proses Pilkada.
 
*Ketua Garda Pancasila & Mantan Wali Kota Malang

Berita Terkait

Berita Lainnya :