Layak Ditunggu, Penentu Peluang Juara Baru

 
Pertandingan babak 16 besar hingga 8 besar (perempat final) Piala Dunia benar-benar menghadirkan kejutan yang luar biasa. Saya yakin, banyak diantara kita yang tim jagoannya harus pulang dari Rusia. Dan entah sudah berapa rupiah telah dipertaruhkan, dengan memilih tim jagoan tersebut dalam bursa taruhan. Sebuah risiko pilihan.
Ya, inilah risiko pilihan. Bikin panas dingin, saat melihat tim pilihan tertinggal lebih dulu. Atau saat dipaksa hingga adu penalti. Apalagi saat melihat tim jagoan harus tumbang. Bikin sesak di dada. Seperti saat Brasil dipulangkan Belgia. Tim pilihan pertama saya itu, akhirnya kalah 2-1 setelah di babak pertama tertinggal 2-0 dari Belgia. 
“Sudah selesai. Sudah habis tim jagoan saya, deposit saya juga sudah habis, sampai jumpa Piala Dunia berikutnya,” ungkap seorang kawan kantor yang habis-habisan mendukung tim Brasil. Kekalahan tim juara Piala Dunia lima kali ini memupuskan harapannya. Dia menjadi satu contoh, betapa laga tersebut menegangkan dan penuh emosi.
Meski lebih baik dari Argentina, Portugal dan Spanyol yang gagal di babak 16 besar, Brasil tak mampu melangkah lebih jauh. Bahkan tak mampu membawa Belgia hingga babak tambahan waktu atau hingga adu penalti. Termasuk Uruguay yang senasib dengan Brasil, juga gagal di babak 8 besar setelah kalah 2-0 dari Prancis. Jadi tak nyenyak tidur.
“Sampai segitunya ya,” ungkap Pimred Malang Post melihat wajah ini tak bisa menyembunyikan rasa kecewa. Maklum, Brasil adalah tim unggulan pertama, yang saya harapkan melaju ke final. Brasil ternyata menyusul Portugal, tim unggulan kedua saya, lebih dulu pulang setelah dikalahkan Uruguay 2-1. Dua tim pilihan pun pulang.
Kini hanya menyisakan Inggris. Tim unggulan ketiga ini jadi pilihan terakhir untuk saya. Sempat bikin sport jantung di babak 16 besar, karena ditahan Kolombia imbang 1-1, akhirnya Inggris menang adu penalti.  Sedangkan di babak 8 besar, Inggris relatif  lebih mudah untuk lolos semifinal dengan mengalahkan Swedia, dua gol tanpa balas.
Ada empat tim lolos semifinal yaitu Prancis, Belgia, Kroasia dan Inggris.  Final ideal versi saya pertama kali, Brasil vs Inggris tidak mungkin lagi terjadi. Saya hanya berharap, kini final ideal itu antara Belgia vs Inggris. Lantaran, kualitas Belgia sukses jadi tim ‘pembunuh’ Brasil. Meski pada akhirnya, pilihan saya tetap Inggris sebagai juara.
Jika skenario ini terwujud, maka untuk kedua kalinya Inggris raih gelar juara Piala Dunia. Setelah tahun 1966 sebagai tuan rumah, Inggris keluar sebagai juara. Selain Inggris, diantara empat tim semifinalis, ada Prancis yang memiliki catatan yang sama. Ya, tahun 1998, Prancis sebagai tuan rumah, sukses sebagai juara Piala Dunia.
Artinya, peluang juara baru bergantung pada hasil Inggris dan Prancis. Jika dua tim ini menang maka dipastikan tidak akan ada juara baru. Atau juga bisa sebaliknya. Prancis ditantang Belgia, Rabu (11/7) dini hari dan Kroasia menjamu Inggris, Kamis (12/7) dini hari. Empat tim ini memiliki peluang yang sama untuk lolos ke babak final. 
Meski secara emosional, saya menjagokan Inggris vs Belgia bertemu di final. Terlepas layak atau tidak, karena banyak penikmat bola telah dibikin kecewa dengan tim unggulannya berguguran, inilah final ideal pilihan saya. Khususnya setelah Belgia berhasil mengalahkan Brasil. Maka hasil pertandingan semifinal ini layak ditunggu. 
Seperti yang dilakukan Malang Post. Korane arek Malang ini, mengambil pilihan untuk menunggu hasil pertandingan tersebut. Setelah sukses menunggu selesainya pertandingan babak delapan besar yang dini hari, Malang Post melanjutkan untuk laga semifinal. Yes, dua laga semifinal, bakal ditunggu hingga selesai. Demi pembaca setia.
Siapa pun juara Piala Dunia 2018, Malang Post ingin selalu juara di hati para pembacanya. Seperti catatan saya sebelumnya, harus ada pilihan, agar merasakan keseruan. Maka inilah pilihan Malang Post di ajang Piala Dunia 2018, menyajikan update hasil terkini. Tentu dengan keseruan yang melibatkan semua divisi. Cukup menegangkan! (*)

Berita Lainnya :

loading...