Jangan Terpancing, Jangan Memancing

 
Ribuan Aremania bakal berduyun-duyun datang ke Stadion Kanjuruhan di Kepanjen, untuk hadir memberi dukungan pada tim Singo Edan Arema menghadapi Persebaya dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2018, sore ini. Aremania dari seluruh penjuru Malang Raya, bahkan juga dari luar daerah datang ke stadion Kanjuruhan.
Derby Jatim berlabel super big match menjadi daya tarik Aremania datang langsung, menjadi saksi sejarah laga dengan tensi cukup tinggi ini. Bahkan jauh-jauh hari, tiket Arema vs Persebaya sekitar 45 ribu lembar, sudah sold out. Termasuk jatah tiket box di kantor Malang Post, 200 lembar ekonomi dan 25 VIP habis dalam waktu singkat.
Khusus pembeli tiket di kantor Malang Post, penukaran bisa dilakukan pukul 11.00 WIB siang ini. Diharapkan bisa ikut konvoi damai Aremania, start pukul 12.00 WIB di halaman depan kantor Malang Post. Kegiatan ini hasil kerja bareng Malang Post dengan RCB FM dan Torabika. Aremania diharapkan bisa ladub bareng menuju Stadion Kanjuruhan.
Pembeli tiket di kantor Malang Post bakal mendapatkan kopi Torabika, gratis. Termasuk Aremania yang membeli tiket di FCB FM, penukaran tiketnya dilakukan di kantor Malang Post jam 11.00 WIB . Setelah itu, mereka konvoi menuju stadion dengan dikawal polisi. Peserta konvoi bersepeda  motor, lengkap dengan mengenakan helm. 
Seluruh Aremania dari berbagai korwil dan komunitas juga bisa bergabung di halaman depan kantor Malang Post. Bertajuk konvoi damai, dengan harapan Aremania tertib berlalu lintas dan membuktikan suporter tim Singo Edan ini bisa memberi contoh baik. Setidaknya tak sampai mengganggu pengguna jalan yang lain, apalagi sampai melakukan sweeping. 
Aremania harus bisa menahan diri selama dalam perjalanan, baik saat berangkat maupun pulang setelah pertandingan. Malang harus kondusif. Jangan sampai tercoreng dengan aksi tak simpatik di jalan. Dan yang tak kalah pentingnya adalah aksi Aremania selama mendukung tim Arema. Baik sebelum, saat atau sesudah pertandingan, harus sportif.
Tanpa anarkis. Apa pun yang terjadi selama pertandingan. Aremania harus tetap di wilayah tribun penonton. Memberi dukungan penuh pada Hamkah Hamza dkk, dan bisa memberi tekanan pada tim lawan dengan cara yang sportif tanpa rasis. Rivalitas tetap ada, tanpa harus ‘membunuh’. Seperti deklarasi klub-klub Liga 1 bersama Aremania, beberapa waktu lalu.
Satu hal yang sering jadi kelemahan suporter tuan rumah adalah, terpancing situasi di lapangan. Misal terjadi ‘drama’ diantara pemain kedua tim, suporter terpancing emosi. Atau dari drama-drama yang lain, baik oleh wasit maupun official tim, oknum suporter terpancing melakukan aksi anarkis, misal pelemparan. Atau bahkan turun ke lapangan. 
Hal ini tak dibenarkan, apa pun kondisinya. Satu hal lagi, suporter juga bisa jadi yang memancing situasi tak kondusif. Artinya, justru suporter yang jadi pemicu pertandingan tak berjalan baik. Misalkan dengan menyulut kembang api, petasan atau flare. Atau menyanyikan lagu rasis, ini yang akan memancing pertandingan berjalan tak sportif. 
Khususnya jika pemain juga terpancing dengan aksi suporter tersebut. Terlebih lagi, efek jangka panjangnya akan memancing aksi tak sportif lainnya dari suporter tim tamu, di kemudian hari. Lalu apakah Aremania harus ‘membalas’ aksi oknum suporter Persebaya pada putaran pertama lalu? Kalau begini, sepakbola balas dendam tak akan berhenti. 
Kapan damainya? Ya, Aremania tidak perlu melakukan tindakan balasan yang tidak sportif. Toh, dari ulah oknum  suporter di kandang Persebaya itu sudah diganjar hukuman oleh Komdis. Justru ini kesempatan Aremania menujukkan kreatifitas, sebagai suporter yang besar. Jumlah besar dan berjiwa besar. Mengembalikan predikat the best supporter, beberapa tahun silam.
Sekali lagi, jangan terpancing dan jangan memancing. Bahkan jika hasil 2x45 menit ternyata tak memuaskan bagi Aremania, juga jangan terpancing. Tidak perlu berbuat anarkis. Meski juga tak dilarang menyampaikan kritik tajam. Misal tidak datang di laga home Arema berikutnya, rasanya jadai hukuman yang berat, bagi tim Arema jika mengecewakan suporternya.
Kenapa antisipasi ini perlu disampaikan? Berdasar catatan laga kandang tim Singo Edan musim ini, ketika menghadapi tim besar dalam sebuah big mtach yang didukung Aremania dalam jumlah besar, hasilnya tak maksimal. Sebut saja saat lawan Persija dan Persib, hasilnya imbang 1-1 dan 2-2. Terakhir dalam laga amal, lawan Madura United juga imbang 1-1.
Padahal di laga kompetisi sebenarnya, Arema bisa menang 2-0 atas Madura United. Meski saat itu, jumlah Aremania yang hadir memang tak sebanyak pada laga amal. Mungkin ada semacam ketegangan di tim Arema, saat lawan tim besar dengan dukungan besar Aremania. Tapi, dugaan ini semoga tidak benar saat Arema menjamu Persebaya.  Arema bisa menang di hadapan puluhan ribu Aremania yang bakal memadati Stadion Kanjuruhan. Agar Aremania bisa pulang dengan tenang. Tidak terpancing. (*)

Berita Terkait

Berita Lainnya :