Ada Tim Pilihan, Ada Keseruan

 
Pilkada serentak telah digeber 27 Juli kemarin. Alhamdulillah, bisa berjalan lancar dan aman. Khususnya di Jawa Timur, setidaknya hingga saat ini tidak ada gejolak yang sampai mengganggu stabilitas keamanan. Dan semoga tetap aman hingga semua proses Pilkada ini rampung. Ya, mungkin memang sudah waktunya (wes wayahe, Red), kita berdemokrasi dengan baik. 
Apa pun hasilnya, kita terima dengan legowo. Meski pilihan saya kalah dalam proses hitung cepat. Setidaknya saya telah memilih dan menggunakan hak demokrasi ini. Tentu seperti pemilih lainnya, ada rasa tak puas dari kekalahan itu. Beruntung tidak lama untuk mengobati kecewa ini, karena ada hiburan menarik bersamaan dengan Pilkada. Yes, Piala Dunia 2018.
Sudah, saya tak membahas hasil Pilkada. Menarik untuk mengulas tentang Piala Dunia 2018 di Rusia yang kini masuk babak 16 besar.  Dua tim terakhir yang lolos ke fase perdelapan final ini adalah Kolombia dan Jepang, Kamis (28/6) malam. Kolombia sebagai juara grup H, dan Jepang runner up yang lolos berkat poin fari play atas Senegal, tim wakil Benua Afrika.
Pada detik-detik usai laga Jepang lawan Polandia, tim Samurai Biru yang kalah 1-0, tampak belum berani selebrasi. Hingga beberapa menit berikutnya, offcial tim tampaknya sudah memperoleh konfirmasi resmi dari FIFA, Jepang dan pendukungnya pun rayakan lolosnya mereka. Sedangkan di tempat terpisah, Senegal yang sempat berjaya di laga sebelumnya, harus pulang. 
Rasanya itu sedikit kisah drama yang terjadi di babak penyisihan grup H. Ada banyak drama di grup lainnya atau di pertandingan lainnya. Paling heboh tentu drama tidak lolosnya Jerman ke babak 16 besar, setelah dihajar Korea Selatan. Tim wakil Benua Asia yang sudah memastikan tidak lolos itu, mampu mengalahkan juara bertahan Piala Dunia. Sukses pulangkan Jerman.
Memang ada semacam kutukan, juara bertahan tidak akan bertahan hingga ke babak 16 besar. Mungkin itu yang membuat pendukung Jerman tak harus mati-matian menjagokan tim panser. Seperti seorang kawan kantor yang menyaksikan laga terakhir Jerman. Meski dia sepertinya penggemar Jerman, ‘mendadak’ dukung Korea Selatan di laga pamungkas grup F itu. 
Merasa satu benua dengan Korea Selatan, dia seolah merelakan Jerman kalah dan pulang dengan status juru kunci. Atau mungkin kawan ini sebenarnya juga korban kutukan itu, hingga tidak sampai harus mengalami kesedihan yang mendalam karena Jerman gagal lolos. Begitulah, drama demi drama laga Piala Dunia 2018 ini menghadirkan keseruan yang menarik.
Belum lagi adanya teknologi VAR (Video Assisten Referee) yang membantu kerja wasit. Ini juga tak kalah bikin tegangnya di setiap pertandingan. Entah sudah berapa tim yang diuntungkan atau merasa dirugikan dengan penerapan VAR ini. Pastinya, dalam sesi nonton bareng, selalu menghadirkan keseruan dengan keputusan wasit yang bisa saja berubah.
Seperti tiap malam kami nobar di ruang redaksi Malang Post, disela-sela kesibukan menyiapkan koran untuk terbit tiap hari, laga Piala Dunia membawa keseruan tersendiri.  Ruang redaksi di lantai 3 Graha Malang Post menjadi ramai, dengan rata-rata penghuninya penggemar sepak bola. Tidak hanya riuh pesta kemenangan, kadang juga nada kesal tanda kekalahan. 

Berita Lainnya :

loading...