Satu Jiwa Malang Raya

 
Media cetak maupun elektronik akhir-akhir ini sedang ramai menyoroti fenomena di wilayah Malang. Selain karena berita terkait korupsi, Malang sedang menjadi trending topic karena berita satu visinya para Kepala Daerah di wilayah Malang Raya, meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Persamaan visi dan cita tersebut lantas menggemakan jargon, satu jiwa, jargon kebanggaan Arema.
Tidak main-main, demi merealisasikan jargon satu jiwa tersebut, para Kepala Daerah di Malang Raya rela duduk bersama. Berdiskusi membahas kemaslahatan Malang Raya. Mereka sepakat untuk bersama membangun wilayah Malang Raya. Proyek kerja sama strategis di wilayah Malang Raya meliputi pembangunan tol tengah kota, pengembangan destinasi wisata, peningkatan kualitas pendidikan serta beberapa isu strategis lain yang masih akan dijajaki bersama.
Kondisi ini tentunya sangat menggembirakan. Terlebih jika selama ini kita saksikan, ada beberapa isu yang membuat hubungan diantara tetangga Malang Raya ini yang sedikit goyah. Missal soal sumber air Wendit, take over pelanggan PDAM Kota atau Kabupaten Malang oleh PDAM Kota Batu, dan sebagainya. Sehingga, romantisme yang saat ini tercipta setidaknya bisa menjadi moda kuat persatuan dan kebersamaan Malang Raya. Sebab dari sisi historis maupun letak geografis, Malang Raya memang fitrahnya bersatu demi kesejahteraan bersama.
Kita bisa belajar dari momen perhelatan Asian Games yang baru saja berakhir. Meskipun sering berseteru karena isu nuklir dan perbedaan ideologi, namun momentum Asian Games bisa menjadi momen bersatunya Duo Korea, Korea Utara dan Korea Selatan. Pada saat perkenalan defile kontingen dari masing-masing negara, muncullah kontingen dari Korea. Kontingen unifikasi antara Korea Selatan dan Korea Utara. Dan hasilnya tak main-main, mereka bisa mendulang medali emas dari cabang olahraga dayung beregu. 
Konon katanya, mereka hanya sempat menggelar latihan bersama selama sebulan sebelum perhelatan Asian Games digelar. Mereka berlatih bersama di Korea Selatan, dengan keterbatasan bahasa Inggris yang dialami oleh para atlet dari Korea Utara. Capaian kontingen unifikasi tersebut, bahkan mengungguli capaian dari beberapa negara besar lainnya, semacam Brunei Darussalam, Oman dan sebagainya. Dan momentum seperti Korea tersebut kini sedang menghampiri Malang Raya.
Ditengah banyaknya isu yang mengguncang keharmonisan hubungan di wilayah Malang raya, ada momen dan keinginan untuk bersatu. Setidaknya dalam beberapa proyek pembangunan strategis, demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Selain membahas topik terkait infrastruktur dan pariwisata, menurut hemat saya, Malang Raya perlu bersatu di bidang pendidikan. Perlu ada pemerataan pendidikan di wilayah Malang Raya. Kota Malang yang selama ini menjadi jantung pendidikan di wilayah Malang raya, bahkan Indonesia, seyogyanya legowo untuk mengembangkan pendidikan di Kabupaten Malang dan Kota Batu. 
Di jenjang Pendidikan Tinggi misalnya, perlu segera dibuat dan dirintis kampus besar di Kabupaten Malang dan Kota Batu. Misnya, jika kita melihat realita, di Kabupaten Malang bisa dirintis pembentukan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), cikal bakal nanti berdirinya Universitas Islam Negeri.

Berita Lainnya :