Terseret Ganasnya Ombak Pantai Pangi Blitar, Dua Wisatawan Selamat, Dua Hilang


BLITAR - Sebanyak empat pemuda warga Ngoro Jombang menjadi korban keganasan ombak di Pantai Pangi di Blitar. Dua korban bisa diselamatkan, namun dua korban lain dinyatakan hilang.
Data dari BPBD Kabupaten Blitar mencatat, korban selamat dan mengalami luka ringan atas nama Mirza (20) dan Ubaidilah (19). Sedangkan korban yang masih hilang atas nama Indra (19) dan Julianto (20).
Pantai yang berada di Desa Tumpak Kepuh Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar ini memang sejak sepekan terakhir mengalami gelombang pasang. Larangan untuk mandi juga berlaku di deretan pantai di sepanjang pesisir selatan Blitar.
Namun rupanya korban tidak mengindahkan larangan itu. Bersama 18 temannya, mereka nekat mandi. Bahkan di saat kondisi gelombang laut sedang tinggi mencapai tiga meter lebih.
"Keterangan dari petugas setempat, korban datang bersama rombongan sebanyak 18 orang. Mereka tiba di Pantai Pangi sekitar pukul 02.30. Lalu pukul 06.00, sebanyak enam orang nekat mandi dan berenang," kata petugas BPBD Kabupaten Blitar, Lukman, Selasa (11/6).
Sementara, 12 orang lainnya hanya bermain air di bibir pantai. Sekitar pukul 07.00, tiba-tiba ombak besar datang menerjang. Keenam pemuda itu terseret ke tengah laut setelah sebelumnya terhempas di bibir pantai. Dua orang begitu menepi di bibir pantai bisa diraih beberapa rekannya. Sedangkan yang empat, terseret arus dan terbawa ke tengah laut.
"Beberapa nelayan dan petugas langsung menyelamatkan mereka dengan naik perahu diesel. Dua orang berhasil diselamatkan. Tapi yang dua lagi hilang. Sampai saat ini belum ditemukan," jelasnya.
Kedua pemuda yang berhasil diselamatkan mengalami luka ringan. Mereka berdua masih dalam perawatan intensif di Klinik Sima Husada Suruhwadang.
Petugas BPBD Kabupaten Blitar juga melaporkan kejadian ini ke tim Basarnas Trenggalek. Tim Basarnas Trenggalek langsung meluncur ke lokasi untuk membantu proses pencarian dua korban yang masih hilang. Upaya pencarian masih dalam pemantauan dari bibir pantai, karena terkendala kondisi ombak yang masih sangat tinggi dan membahayakan.(dtc/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :