Tak Terima Anaknya Diperkosa, Bapak Wadul ke PPA


MALANG – Seorang siswi SD di kawasan Gedangan, Kabupaten Malang berusia 12 tahun bernama Michelle, (bukan nama sebenarnya.Red) diduga menjadi korban perkosaan. Ayah kandung korban, warga Bantur, Kabupaten Malang, tidak terima dengan perlakuan yang dialami oleh anak putrinya.
Dia mendatangi Polres Malang untuk mendesak polisi menangkap pelaku berinisial S. Peristiwa pelecehan tersebut, terjadi pada tanggal 7 Agustus 2018 lalu. Saat itu putrinya sedang menonton karnaval di depan rumah tetangganya bernama Gito. Michelle, sedang menyaksikan karnaval, ditemani, teman main yang juga seorang pelajar SMP.
Tak lama saat korban dan temannya sedang asyik menyaksikan karnaval, pelaku berinisial S datang mendekat. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyeret Michelle ke dalam kamar di sebuah rumah yang ada di kampung tersebut. Dalam kamar itulah, dilecehkan dan dinodai.
Meskipun peristiwa terjadi pada 7 Agustus 2018, korban baru mengakui perbuatan pelaku S pada Rabu, 22 Agustus 2018 lalu. “Sudah lama sebenarnya. Kami keluarga baru tahu pada hari Rabu 22 Agustus lalu. Pelaku mengancam anak saya agar tidak memberitahukan ini kepada siapapun,” jelas ayah korban.
Namun, karena merasa malu dan tak tahan dengan beban mental karena dilecehkan di luar kehendaknya, korban akhirnya bercerita kepada sang bibi. Dari bibinya inilah, keluarga korban mengetahui kejadian tersebut. Tanpa pikir panjang, Kariadi langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang.
Ayah korban dan keluarga, mengaku mengenal siapa pelaku berinisial S. “Pelaku masih tetangga saya sendiri, karena itulah saya syok sekali,” tambahnya.
Bahkan, pelaku S sudah pernah disidang oleh masyarakat dan mengakui perbuatannya di hadapan masyarakat setempat.
“Anak saya sudah divisum juga. Saya tidak terima dengan tindakan pelaku terhadap anak saya yang masih di bawah umur. Saya mohon dengan sangat, agar pelaku ditangkap serta diproses sesuai undang-undang,” tutup ayah korban.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :