Oknum Driver Ojek Online Gerayangi Penumpangnya


MALANG POST - Fatchul Fauzi, driver ojek online yang menggerayangi penumpangnya ternyata seorang residivis. Apa motif pria 27 tahun itu melakukan pelecehan seksual tersebut? "Aslinya tidak tertarik, nggak nafsu, cuma khilaf," ujar Facthul kepada wartawan di Polrestabes Surabaya, Selasa (13/8).
Fatchul mengaku sudah setahunan menjadi driver ojek online. Fatchul mengaku baru sekali ini melakukan perbuatan asusila tersebut.  "Baru satu kali saja," ungkap Fatchul. Namun pengakuan pelaku berbeda dengan data yang dimiliki kepolisian.
"Dari hasil penyelidikan, tersangka adalah seorang residivis pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian celana dalam wanita," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (13/8/2019).
Sudamiran mengatakan, pelaku melakukan kejahatan tersebut sekitar lima tahun lalu di Sidoarjo. Untuk mengetahui kejiwaan pelaku, polisi akan melakukan pemeriksaan dengan psikiater.  "Dan nanti terkait kejiwaan, kami laksanakan pemeriksaan secara psikiatri," ungkap Sudamiran.
Saat ditanya apakah ada kebiasaan pelaku yang menjurus pada perbuatan asusila, Sudamiran mengaku masih akan mendalaminya. "Masih dalam pendalaman. Kalau melihat dari kasus pencurian CD (celana dalam) perempuan, dari logika akal tentunya ada dugaan kelainan. Nanti dokter akan memeriksanya," lanjutnya.
Sudamiran menjelaskan, dalam pemeriksaan, pelaku memang sudah memiliki niat melakukan perbuatan asusila kepada penumpangnya. Pelaku membelokkan rute penumpangnya bukan pada rute tujuan, yakni dari Bungurasih, menujuh Dukuh Kupang. "Jadi pelaku memang sudah ada niat melakukan itu," tandas Sudamiran.
Dari pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa HP yang digunakan untuk menerima order ojek online, sebuah jaket warna hitam, dua buah helm, motor Yamaha Mio Soul nopol W-3415-YA warna merah berikut STNK-nya, dan motor Yamaha Vixion nopol W-2625-OM.
Akibat perbuatannya, Fatchul terancam dijerat pasal berlapis tentang perbuatan tidak menyenangkan dan/atau kejahatan terhadap kesusilaan, yakni Pasal 335 KUHP ayat (1) dengan ancaman hukum pidana penjara 1 tahun dan/atau Pasal 281 ayat (1) ke-1e KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 2 tahun.(dtc/lim)

Berita Terkait