Mencuri, Pria Bertato Digebuki Massa

 
MALANG – Amuk massa terhadap pelaku pencurian kembali terjadi. Kali ini seorang pencuri digebuki hingga babak belur setelah mencuri sepatu dari sebuah rumah kos di kawasan Bukit Cemara Tujuh (BCT) Landungsari, kemarin. Pria bertato itu pun berdarah-darah saat digelandang petugas Polsek Lowokwaru ke rumah sakit. Pelakunya, Mat Iksan, 40 tahun warga Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
“Pelaku saat ini masih dirawat di rumah sakit, masih dalam pemantauan. Pemeriksaan akan dilakukan setelah korban keluar dari rumah sakit,” kata Kapolsek Lowokwaru, Kompol Pujiono kepada Malang Post dikonfirmasi kemarin.
Dari keterangan yang dihimpun, pelaku diduga mencuri sandal di kawasan perumahan BCT pada hari Minggu 15 April 2018 lalu. Saat mencuri, aksinya ketahuan warga. Sehingga, pelaku pencurian pun melarikan diri dengan sepeda motor Yamaha Mio Soul N 6196 JJ yang dikendarainya.
Dalam pengejaran oleh warga, pelaku keluar dari gerbang BCT, menyeberang jalan dan melarikan diri ke arah kampus Universitas Muhammadiyah Malang. Kasubag Humas UMM Rina Wahyu Setyaningrum M.Ed membenarkan hal ini.
“Peristiwanya bukan Senin pagi, tapi hari Minggu lalu. Kejadiannya juga bukan pencurian sepeda motor, tapi dia melakukan kejahatan di BCT, yaitu mencuri sandal, tapi ketahuan sehingga berupaya kabur dan melewati kampus UMM,” kata Rina kepada Malang Post dikonfirmasi terpisah.
Saat melewati kampus UMM inilah, pelaku akhirnya tertangkap massa yang sudah emosi. Tanpa banyak kata, pukulan dan tendangan dari massa yang mengamuk, mendarat ke sekujur tubuh pelaku. Dengan wajah memelas, pelaku berupaya melindungi diri sembari meminta ampun.Bahkan, air mata pun menetes dari kedua bola matanya. Tak lama setelah diamuk massa, Polsek Lowokwaru datang dan mengamankan pelaku dari kemarahan warga. Pelaku mengalami luka di bagian tangan kirinya. 
“Tidak ada peristiwa pencurian sepeda motor. Pelaku yang tertangkap di kawasan kampus ini langsung diserahkan ke Polsek Lowokwaru untuk proses selanjutnya,” tambah Rina.
Darah yang mengucur membuat polisi melarikan pelaku ke UGD RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan. Sampai saat ini, pelaku masih dalam perawatan intensif.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :