Korban yang Dimutilasi di Pasar Besar, Hasil Forensik, Meninggal Karena Paru-paru Akut


MALANG – Polda Jatim merilis hasil pemeriksaan dokter forensik Polda terhadap jenazah wanita tidak dikenal yang dimutilasi oleh Sugeng, 49, warga Jodipan gang 3. Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera mengungkapkan bahwa dokter forensik Polda Jatim, memastikan penyebab kematian korban bukanlah karena dibunuh.
“Korban meninggal karena penyakit paru-paru akut. Ini dibuktikan dengan hasil pemeriksaan dokter forensik. Analisa soal adanya potensi kasus pembunuhan, 338 KUHP itu, masih harus dikonstruksi lagi oleh penyidik Polda dan Polres Makota,” kata Barung kepada wartawan, dalam rilis di Polda Jatim.
Dia menegaskan penyebab kematian bisa dimunculkan setelah pemeriksaan dari tim ahli forensik Polda Jatim. Menurut Barung,  saat ini tim Polres Makota tengah melakukan gelar perkara untuk membuat konklusi penyidikan kasus tersebut. Andai ada analisa soal kemungkinan pembunuhan, bakal dipaparkan di gelar perkara.
Hanya saja, Barung menyebut, analisa tim dokter forensik Polda Jatim, masih harus dicocokkan lagi dengan keterangan tersangka kepada penyidik. “Masih harus dicocokkan lagi, antara keterangan forensik dari Polda Jatim, dengan keterangan yang bersangkutan kepada penyidik,” sambung Barung.
Satu-satunya pasal yang masih mungkin dijeratkan kepada Sugeng, adalah perusakan jenazah korban dengan cara memutilasi dan memotong-motong menjadi enam bagian. Sementara itu, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengungkapkan bahwa rencananya, pihaknya akan merilis kasus ini secepatnya. “Rencana Senin kami rilis,” ujar Asfuri kepada wartawan.
Meski saat ini arah analisa dan hasil forensik bersandar pada Sugeng tidak melakukan pembunuhan, analisa grafolog soal tulisan Sugeng, patut menjadi perhatian bersama. Pasalnya, Yosandi LS, grafolog dan ahli analisa tulisan tangan, membuat profil pelaku mutilasi berdasarkan hasil tulisan yang ditemukan di TKP Pasar Besar Malang.
“Pelaku ini cenderung memiliki sifat yang pandai berbohong secara lisan. Dan, dia memiliki agresi serta tega melakukan serangan fisik kepada orang lain,” kata Yosandi kepada Malang Post beberapa waktu lalu. Dari dokumentasi tahun 1999, Malang Post pernah menulis berita soal seorang pria yang memotong lidah pacarnya hidup-hidup. Ternyata, pelaku tersebut tak lain adalah Sugeng yang kini terlibat kasus mutilasi jenazah.(fin/lim)