Korban Ngaku Diperkosa, Kades Bilang Suka Sama Suka


MALANG - Polisi masih belum menahan dan menetapkan Kepala Desa (Kades) Trenyang Kecamatan Sumberpucung berinisial DS sebagai tersangka. Alasannya karena kasus dugaan perkosaan masih terus didalami. Hingga kemarin (Sabtu, red), polisi masih menunggu bukti visum dari RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
"Sejauh ini kami masih baru sebatas memeriksa saksi. Sudah enam saksi yang kami minta keterangan," ungkap Kanit PPA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.
Menurutnya, untuk menetapkan sebagai tersangka, harus ada dua alat bukti. Salah satunya adalah hasil visum resmi dari RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Termasuk juga diperkuat dengan keterangan para saksi.
"Dari saksi-saksi yang sudah kami periksa, tidak ada saksi yang mengetahui atau mendengar teriakan peristiwa itu (perkosaan, red). Karenanya kami masih terus mendalaminya," ujarnya.
Dilanjutkannya, bahwa berdasarkan laporan serta keterangan korban, bahwa ia mengaku diperkosa oleh DS. Sementara dari keterangan Kades Trenyang, DS, hubungan terlarang tersebut terjadi karena dasar atas suka sama suka. "Karena itulah kami masih akan membuktikan kebenarannya, dengan terus mendalami kasusnya," tuturnya.
Untuk keberadaan DS sendiri, saat ini masih mengamankan diri di rumah saudaranya. DS belum berani kembali ke rumahnya karena gejolak masyarakat terkait dugaan kasus perkosaan tersebut masih ramai.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa (Kades) Trenyang Kecamatan Sumberpucung berinisial DS diduga telah berbuat asusila. Kamis (13/6) malam., DS berusaha melakukan perkosaan terhadap warganya. Ironisnya lagi, korban merupakan istri salah satu perangkatnya.
Pasca dugaan perkosaan tersebut tersebar di masyarakat, Kamis malam DS langsung mengamankan diri ke Polsek Sumberpucung. Pasalnya warga langsung heboh dan tidak terima desanya dikotori. Untuk proses penyelidikan, kasusnya langsung diserahkan ke UPPA Polres Malang.(agp/lim)

Berita Lainnya :