Kejari Malang Periksa 30 Saksi

 
MALANG – Kejaksaan Negeri Kota Malang membuat daftar panjang saksi kasus dugaan jual beli sebidang tanah di Jalan BS Riadi Oro-Oro Dowo yang disinyalir milik Pemkot Malang. Setidaknya, ada 30 saksi yang masuk dalam daftar saksi yang diperiksa. Pemeriksaan ini, dilakukan untuk mendalami kasus dugaan jual beli aset Pemkot dengan tersangka, Leonardo Wiebowo Soegio, 31, warga Jalan Buring, Klojen. Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Rakhmad Wahyu, mendampingi Kajari Kota Malang Amran Lakoni mengatakan baru 16 saksi yang diperiksa. 
“Kami baru memeriksa 16 saksi, tinggal 14 saksi lagi. Sehingga, total daftar saksi mencapai 30 orang. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri kasus dugaan penjualan aset Pemkot yang dijual pada swasta,” kata Rakhmad, Jumat kemarin.
Sampai saat ini, dari 16 saksi yang diperiksa, ada beberapa nama-nama penting yang muncul. Mulai dari Camat Klojen Agus Subali, staf PPAT Klojen Irianto, mantan lurah Oro-Oro Dowo, Imam Subagio dan Yayan Heriana, mantan pejabat BPN Kota Malang Heni, serta lurah Oro-Oro Dowo Krisman Sudarmojo.
Satu lagi, nama yang Wiyono, 54, warga Janti Selatan Sukun, membuat kasus dugaan jual beli aset Pemkot Malang ini semakin misterius. Wiyono sudah pernah diperiksa dua kali sebelum bulan puasa tahun 2018. Bahkan, Amran Lakoni menyebut Wiyono sebagai saksi berkualitas yang bisa membongkar tuntas kasus tersebut.
Namun, belum sempat mengungkap siapa tersangka dan mengutarakan kesaksiannya di depan hakim, Wiyono ditemukan dalam kondisi leher tergantung di kantor Kelurahan Oro-Oro Dowo. Surat wasiat berupa ketikan tanpa tanda tangan Wiyono, agaknya malah menguatkan tabir konspirasi dibalik kasus dugaan jual beli aset Pemkot Malang.
Karena kematian Wiyono, Kejari Malang semakin getol memburu tersangka kasus dugaan jual beli aset Pemkot Malang ini. Rencananya, Senin 13 Agustus 2018 mendatang, ada 4 saksi yang diperiksa. Selasa 14 Agustus 2018, ada 5 saksi. Lalu, Kamis 16 Agustus 2018, ada 4 agenda pemeriksaan saksi.
“Ada 14 orang lain yang akan kami periksa,” ungkap Wahyu. Semua saksi yang belum diperiksa, berasal dari Pemkot Malang dan BPN Kota Malang. Dia menegaskan, para saksi diharapkan kooperatif dengan Kejari Kota Malang. Karena, para saksi yang sudah diperiksa sebelumnya, sudah kooperatif dalam menyampaikan keterangan.
“Kami harap semua saksi yang terperiksa, kooperatif. Karena, saksi yang sudah kami panggil sebelumnya sangat bekerjasama, dan memberi keterangan yang sesuai dengan fakta,” ungkap Wahyu. Dia pun tak menampik bahwa ada kemungkinan tersangka lain yang terlibat dalam dugaan kasus jual beli aset Pemkot Malang itu.
“Kemungkinan itu selalu ada, kami masih kembangkan. Saat ini, fokus kami adalah pemeriksaan saksi untuk tersangka Leonardo. Kami berharap kasus ini segera tuntas. Komitmen kami adalah mengungkap kasus ini secara tuntas,” tutupnya. (fin)

Berita Lainnya :