Giliran Residivis Maling Sapi Didor

SPESIALIS HEWAN TERNAK: Kedua tersangka maling sapi yang ditangkap dan terpaksa diberi hadiah tembakan timah panas.
 
MALANG – Setelah Polres Malang menghajar tembakan jambret Jalinbar, giliran Unit Reskrim Polsek Turen menggagalkan aksi pencurian sapi Kamis (14/3) dini hari. Dua dari empat pelakunya berhasil ditangkap. Bahkan, salah satunya terpaksa dihadiahi timah panas di kaki kanannya.
Keduanya adalah Ponidi, 44, warga Jalan Piere Tendean, Kelurahan/Kecamatan Turen dan Suyono, 46, warga Jalan Cokroaminoto Gang Istiharoh, Desa Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Tersangka Ponidi, yang terpaksa ditembak kakinya. Sedangkan dua pelaku lainnya berhasil kabur.
"Tersangka Ponidi terpaksa kami tembak karena berusaha melawan dan melarikan diri, ketika akan dikeler menunjukkan temannya," jelas Kapolsek Turen, Kompol Adi Sunarto.
Kedua tersangka ini ditangkap sesaat setelah mencuri seekor sapi milik Wari, 69, warga Desa Undaan Kecamatan Turen. Aksi pencurian dilakukan tengah malam sekitar pukul 01.00. Sapi dicuri dari dalam kandang milik korban.
Ceritanya, sebelum dicuri sekitar pukul 00.00,  korban sempat memberi pakan sapi miliknya. Setelah memberi makan, ia kembali ke dalam rumahnya untuk istirahat. Namun perasaan korban malam itu, seperti ada yang mengganjal.
Sehingga selang satu jam kemudian, sekitar pukul 01.00 kembali ke kandang sapi yang ada di belakang rumahnya. Saat dilihat ternyata seekor sapi miliknya telah hilang. Seketika, istri korban langsung memberitahu Imam Ali Sumantri, tetangganya.
Kabar pencurian sapi itupun langsung menyebar ke beberapa warga. Termasuk langsung dilaporkannya ke Polsek Turen. Selanjutnya bersama-sama warga, petugas melakukan penyisiran. Hasilnya sapi ditemukan di perkarangan tak jauh dari rumah korban. Termasuk melihat pelaku berlari ke arah persawahan. Petugas pun langsung mengejar dan berhasil menangkap Ponidi serta Suyono.
"Ketika dilakukan penangkapan itulah, tersangka Ponidi berusaha melawan dengan sebilah pisau dan berusaha melarikan, yang akhirnya terpaksa kami berikan tindakan tegas," jelasnya sembari mengatakan bahwa kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP serta Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kedapatan membawa senjata tajam.
Sementara, dalam pengembangan kasusnya, kedua tersangka merupakan spesialis hewan ternak.  Mereka ternyata sudah 14 kali mencuri di wilayah Kabupaten Malang. Selain sapi, sasarannya adalah kambing.
"Hasil pengembangan ada 14 TKP. Selain di wilayah Kecamatan Turen, juga beraksi di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Bululawang serta Dampit," jelas Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mas'udi.
Namun, jumlah TKP tersebut kemungkinan masih bisa bertambah. Mengingat masih ada dua pelaku lagi yang belum tertangkap. "Sekarang sedang kami dalami dan kembangkan. Untuk dua pelaku lain yang belum tertangkap, sedang kami buru," terangnya.
Sebanyak 14 TKP pencurian rinciannya adalah, satu ekor sapi di Desa Kemulan, Turen, satu ekor sapi di Desa Undaan Turen, seekor sapi di Desa Bokor, Turen, empat ekor sapi di Desa Kedok, Turen. Lalu, seekor sapi di Desa Talangsuko Turen, seekor sapi di Desa Gedok, Turen.
Selanjutnya, seekor sapi di Desa Tumpukrenteng, Turen, dua ekor sapi di Desa Krebet, Bululawang, seekor sapi di Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan seekor sapi di Desa Srimulyo, Dampit. Kemudian, seekor kambing di Desa Talangsuko, Turen , dua ekor kambing di Desa Undaan, Turen, seekor kambing di Desa Kasri, Bululawang dan lima ekor kambing di Desa Sanankerto, Turen.
"Tersangka Ponidi ini merupakan residivis kasus pencurian yang sama. Aksi pencurian hewan ternak tersebut dilakukan sejak tahun 2018 lalu," urainya.
Sementara, tersangka Ponidi, mengaku terpaksa melakukan pencurian sapi karena terdesak membayar utang sebesar Rp 6 juta pada temannya. Selain itu juga kepepet untuk mencukupi kebutuhan anak dan istrinya.
"Penghasilan sebagai tukang kayu masih belum mencukupi, sehingga terpaksa nekat mencuri sapi," tutur Ponidi.
Setiap kali berhasil mendapatkan jarahan sapi, langsung dijual kepada seseorang. Untuk satu ekor sapi bisa dijual seharga Rp 35 juta. Sedangkan kambing dijual dengan harga Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Hasilnya dibagi rata dengan teman-temannya. "Saya dulu juga pernah ditangkap karena mencuri sapi. Dan juga ditembak polisi, karena melarikan diri. Sekarang saya sudah kapok," ucapnya.(agp/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :