Catut Nama Sekda, Oknum ASN Tipu Warga Pakisaji


MALANG - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga melakukan penipuan dengan mencatut beberapa nama pejabat di Pemkot Malang. Oknum staf Ketentraman dan Ketertiban Kantor Kecamatan Blimbing yang berinisial NP (45 tahun) itu mengaku bisa membantu korban masuk menjadi Banpol dan CPNS di Pemkot Malang.
 Namun, sang korban, KS diwajibkan menyetorkan sejumlah uang. Jika ditotal, uang yang sudah disetorkan mencapai Rp 75 juta.
“Saya awalnya tidak tahu sama sekali NS itu siapa. Saya hanya tahu kalau dia dinas di Kecamatan Blimbing. Setelah obrolan itu, NP datang ke rumah dan mengiming-imingi saya untuk masuk sebagai pegawai honorer,” terang KS ketika ditemui Malang Post, Selasa (13/8).
Saat itu, pria asal Desa Wonokerjo, Pakisaji, Kabupaten Malang itu sedang mencari pekerjaan. Penawaran dari NS tersebut diterimanya, meski harus mengeluarkan uang sebesar Rp 15 juta secara bertahap. “Setelah menyetorkan uang, saya disuruh menunggu pengumuman lolos tes pada tanggal 30 April 2019 lalu,” terangnya.
Di sela-sela waktu penantian, NP kembali muncul di hadapan KS dengan modus baru, yakni rekrutmen CPNS. Lagi-lagi, ia meminta sejumlah uang kepada KS. Kali ini, jumlahnya cukup fantastis, yakni Rp 60 juta. “Setelah melakukan berbagai pertimbangan, akhirnya saya menyerahkan uang tersebut,” lanjut pria berusia 25 tahun itu.
Tanggal 30 April 2019 lalu, KS berinisiatif mendatangi kantor Satpol PP. Ia bertanya terkait statusnya, apakah lulus tes atau tidak masuk sebagai Banpol. Namun, justru ia terkejut, tim Satpol PP memberikan informasi bahwa tidak ada lowongan pekerjaan. “Sejak saat itu, saya sadar kalau ditipu dan uang saya raib,” jelas dia.
Tak menyerah, KS kemudian mendatangi kantor kecamatan untuk menagih seluruh uang yang telah ia setorkan. Ia juga membawa beberapa barang bukti. Diantaranya surat kuitansi yang mengatasnamakan Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto, Kasatpol PP Kota Malang, Priyadi serta menggunakan stempel palsu milik Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Malang. “Ketika dimediasi PakCamat, dia sudah mengembalikan uang Rp 20 juta, sisanya katanya akan dibayar. Namun hanya janji-janji saja. Sudah sekitar empat bulan lebih saya nagih,” jelas pria lulusan SMK ini.
Camat Blimbing, Muarib menjelaskan, pihaknya sudah melakukan upaya mediasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun, sejak bulan Juli 2019 lalu, NP sudah jarang masuk kantor. “Selama bulan Juli, ia alpa selama 16 kali. Sedangkan untuk bulan Agustus, ia baru masuk hanya lima kai saja dan sisanya tidak masuk tanpa keterangan yang jelas,” papar dia.
Pihaknya sudah memberikan teguran, baik secara lisan maupun sanksi administrasi. Hal tersebut dilakukan berdasarkan PP 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri. “Surat teguran sudah kami lakukan. Kasus ini kemudian kami serahkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang untuk memberikan sanksi dan menindaklanjuti kasus ini,” kata dia.
Namun, sampai saat ini Inspektorat Kota Malang mengaku masih belum mendapatkan laporan kasus terkait kasus penipuan penerimaan CPNS Kota Malang yang diduga dilakukan oknum ASN Kecamatan Blimbing. Inspektorat hanya  mengantongi satu laporan masuk terkait tindakan indisipliner ASN Pemkot Malang berinisial NP itu.
“Kalau yang kasus penipuan atas nama NP tadi tidak ada. Tapi, kalau kasusnya indispliner ada,” jelas Inspektorat Pembantu (Irban) Wilayah III Inspektorat Kota Malang Eko Dyah dikonfirmasi Malang Post secara terpisah. (tea/aim)

Berita Terkait