Novita Agustin, Pesilat PSHT dari SMAN 1 Turen


Novita Agustin, membawa harum nama sekolah dan Kabupaten Malang. Siswi XI IPS 4 SMAN 1 Turen tersebut menjadi atlet pencak silat tingkat remaja yang bertaring di kancah nasional. Atlet pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ini mengantongi sederet gelar juara di usia belianya.
Ya, Persaudaraan Setia Hati Terate (PHST) di Turen menunjukkan potensinya sebagai pencetak atlet berprestasi. Contohnya saja, Novita Agustin, 17, yang merupakan bagian dari keluarga besar PSHT, berdomisili di Kecamatan Turen. Sejak duduk di kelas X, Novi telah meraih capaian yang belum tentu bisa didapatkan oleh remaja seumurannya.
Dalam kompetisi silat di UIN Malang tingkat Jatim, sekitar dua tahun lalu, Novi mengantongi juara 3 di kategori seni. Kategori ini, menampilkan pesilat dalam memperagakan kemahirannya menggunakan jurus tunggal baku secara benar, tepat dan mantap, serta penuh penjiwaan. Kategori ini, menunjukkan jurus, baik tangan kosong maupun bersenjata.
“Di Batu Apple Cup Open 2017, saya dapat juara 1 seni tunggal, dan juara 2 tanding, kelas A remaja, dengan batasan bobot antara 42 sampai 45 kilogram,” ujar Novi kepada Malang Post, ditemui di Filosofi Kafe Turen Jalan Panglima Sudirman, kompleks Koperasi Cakra PT Pindad Persero.
Novi juga meraih berbagai prestasi lain di kandang maupun tandang. Misalnya saja, juara 2 seni tunggal O2SN 2018 Kabupaten Malang. Dia pernah pula turnamen antar ranting UM tahun lalu. Dia meraih juara 1 seni tunggal serta juara 2 tanding kelas B remaja yang dihelat untuk para atlet pencak silat PSHT se-Malang.
Tapi, salah satu pencapaian tertingginya di usia remaja, adalah kompetisi pencak silat tingkat nasional yang digelar di Universitas Negeri Jember pada tahun 2018. Novi yang mewakili Malang serta memikul nama sekolahnya SMAN 1 Turen, bersaing dengan atlet daerah lain dari seluruh Indonesia.
“Di Universitas Jember tahun 2018, saya bersaing dengan atlet Surabaya, Blitar, Banyuwangi, tuan rumah Jember, dan banyak atlet dari daerah lain,” jelas atlet yang dididik oleh pelatih Suhud Indratno itu. Dia bersaing di kategori seni tunggal. Saat berhadapan dengan juri serta banyak pasang mata yang melihat, Novi sempat merasa gugup.

Berita Terkait

Berita Lainnya :