Muhammad Zaenudin, Seniman Airbrush Asli Lawang


Seni airbrush dengan media mobil, motor ataupun helm mungkin sudah biasa. Tetapi kalau medianya kaos, masih jarang ada. Apalagi, gambar airbrush adalah wajah manusia. Muhammad Zaenudin, warga Kecamatan Lawang ini, memiliki ketrampilan seni tersebut.
Zezen, begitu sapaan akrab Muhammad Zaenudin. Dia tinggal di Dusun Gebuk, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang. Di rumahnya ini, pria kelahiran 16 Maret 1985, berkarya seni menggunakan airbrush.
Meskipun hanya sebuah seni dari bahan cat, tetapi bisa menghasilkan pundi-pundi uang. Bahkan hasil karyanya sudah tersebar dibeberapa kota di Indonesia. Termasuk ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.
"Sekarang saya sedang menyelesaikan pesanan orang Singapura, untuk menggambar wajah manusia di media kaos. Ada enam pesanan dari Singapura," ucap Zezen.
Melukis di kaos menggunakan airbrush bukan perkara mudah. Karena harus memiliki skill, keahlian khusus dan konsentrasi tinggi. Zezen mengawali ketrampilan lukis airbrush, sejak sekitar lima tahun lalu.
Dia belajar melukis airbrush secara otodidak. Namun sebelumnya, Zezen mengaku sudah memiliki dasar melukis. Ketrampilan seni melukis, dipelajari dari kakaknya yang merupakan pelukis nasional, Jumatono.
"Kalau kakak saya, melukis dengan menggunakan kuas. Sedangkan saya melukis dengan airbrush. Ketrampilan seni airbrush ini, saya pelajari dari YouTube," ujar pria yang pernah kuliah jurusan olahraga di IKIP Budi Utomo Malang, tahun 2004 lalu.
Semula media melukis airbrush hanya pada kendaraan saja. Seperti di mobil, motor ataupun helm. Karya seninya hanya bisa dipasarkan pada ruang lingkup yang terbatas. Tidak bisa dipasarkan sampai luar kota, apalagi luar pulau dan luar negeri. Konsumennya hanya orang di wilayah terdekat saja.
"Dari situlah, saya berfikir bagaimana supaya seni karya airbrush bisa terjual sampai luar kota atau luar pulau," tutur bapak tiga anak ini.
Akhirnya pria yang menginjak berusia 34 tahun ini, mendapatkan ide untuk melukis airbrush dengan media kaos. Ia mencobanya dengan melukis pada kaos miliknya. Alhasil, karyanya ternyata cukup bagus dan memuaskan.
Selanjutnya, untuk memasarkan karyanya, Zezen menggunakan media sosial. Setelah diposting ternyata banyak yang merespon. Banyak orang yang memesan untuk dibuatkan gambar pada kaos.
Tidak hanya dari Malang Raya, pemesan sudah berasal dari berbagai kota dan luar pulau di Indonesia. Termasuk pemesannya juga ada yang dari Malaysia dan Singapura.
Salah satu pemesan yang pernah dibuatkan lukisan dari keterampilan tangan Zezen, adalah Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. Pesanannya pun dengan jumlah banyak, sampai 180 kaos.
"Bu Dewanti, pesan dua kali sekitar dua tahun lalu. Pesanan pertama untuk kampanye, dan kedua untuk ulang tahun putrinya," jelas pemilik workshop Zezen Art'Brush.

Berita Terkait

Berita Lainnya :