Desainer Asal Pujon, Show di Jakarta Fashion Week, Karyanya Dipakai Artis



MALANG - USIANYA masih muda, tapi sudah punya karya besar. Itulah Elma Faricha. Perempuan 22 tahun ini desainer fashion berkarakter. Karyanya muncul di Jakarta Fashion Week. Artis seperti Rina Nose, Ayu Dewi hingga Puteri Muslimah Asia 2018 asal Malaysia Uyaina Arshad pernah mengenakan busana karyanya.
Sejak kecil, Elma sudah tertarik dunia fashion. “Awalnya lebih ke arah styling. Kebetulan, saya juga punya hobi menggambar dan juga desain. Kemudian, orang tua lebih mengarahkan saya ke dunia fashion,” terang Elma.
Menuruti arahan orang tua, arek Pujon ini pun mulai menggeluti dunia fashion. Setelah lulus Pondok Modern Al-Rifaie Gondanglegi tahun 2014 lalu, ia akhirnya mengambil sekolah fashion di Arva School of Fashion Surabaya. “Setelah lulus, pada tahun 2015 sampai 2016, saya bekerja sebagai asisten fashion desainer Irna Mutiara,” ujar perempuan ramah ini.
Berbekal dari ilmu dan pengalaman yang dimiliki, Elma mencoba untuk membangun brand sendiri. Yakni Timeless by Elma Faricha. Melewati perjalanan panjang, brand tersebut mulai banyak dikenal.
Pada Oktober tahun lalu, ia mengikuti gelaran besar, yakni Jakarta Fashion Week 2018 mewakili Kabupaten Malang. Ia juga menjadi anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC).
“Dari sana, mulai banyak tawaran show di luar negeri. Tapi saya masih mempersiapkan mental dan materi untuk ke arah sana. Saya tidak ingin terlalu terburu-buru dan ingin menikmati proses. Yang paling penting, bisa menyeimbangkan antara popularitas dan bisnis,” jelas perempuan berkerudung ini.
Karya-karya Elma memiliki ciri khas tertentu. Sesuai dengan namanya, Timeless, desainnya dengan warna-warna monochrome dan pastel tidak mudah dimakan waktu. “Saya lebih main pada cutting dan styling. Keseluruhan produk merupakan basic item, seperti kemeja, celana, outer dan tambah beberapa detail tertentu yang bisa membedakan produk saya dengan yang sudah banyak di pasaran,” papar putri sulung dari dua bersaudara ini.
Elma punya inspirator dalam mengembangkan karya. Yakni Irna Mutiara dan Toni Maticvesky. Dua desainer itu, di matanya, memiliki ciri khas dalam menghasilkan karya fashion.
Sedangkan konsep setiap koleksi yang akan dibuat, Elma mencari tahu perkembangan fashion dari desainer internasional dan menghadiri beberapa pagelaran fashion show. Terkadang, ia juga mendatangi pusat perbelanjaan untuk merefresh pikiran supaya tenang dan bisa menghasilkan karya baru. “Selain itu, saya lebih suka mengerjakan apapun dalam suasana sepi. Setelah beberapa hari show, saya break untuk ketemu orang dan lebih banyak menghabiskan waktu sendiri sebelum muncul lagi ke permukaan,” jelas dia sambil tertawa.
Serius menekuni pilihannya di dunia fashion, Elma akhirnya menghasilkan karya besar. Sekitar awal tahun 2017, ia mengikuti fashion show untuk malam inaugurasi anggota IFC sekaligus pelantikan desainer di Kota Bandung. Dari sanalah, karyanya langsung dilirik Rina Nose. “Manajemen Rina langsung menghubungi saya. Setelah itu, ada beberapa temannya yang ikut pesan juga,” papar dia.
Benar saja, ada bagian wardrobe dari televisi nasional kemudian meminta dirinya untuk support. Sehingga, baju hasil karyanya dipakai oleh Uyaina Arshad dan juga Ayu Dewi. “Alhamdulillah, mereka datang dan menghubungi saya untuk pesan baju,” ungkap Elma.
Saat ini, Elma mengaku sangat menikmati bisnis dan juga hobi yang ia jalani beriringan. “Sekarang di Malang sering banyak event fashion show. Sedangkan bisnis masih baru jalan. Bagaimana caranya agar keduanya bisa balance, itu saja. Selebihnya saya sangat menikmati profesi dan hobi saya ini,” jelas perempuan berzodiak Aries tersebut.
Ia akan terus mengembangkan bisnisnya di dunia fashion. “Masih belum bisa dijanjikan kapan, misinya tahun ini mengembangkan bisnis di Indonesia terlebih dahulu, baru kemudian melebarkan sayap ke luar negeri, nanti pasti berkabar jika sudah ada perkembangan,” tandas Elma optimis.(tea/van/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :