Pelaku Usaha Wajib Memperhatikan Perizinan Usahanya


KEPANJEN – Para pelaku usaha wajib memperhatikan perizinan usahanya. Ini dilakukan, agar usaha mereka terdata, dan tidak ilegal. Izin itu juga sekaligus memberikan kepercayaan kepada konsumen. Lantaran itu, Dispoerindag terus melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha, agar selain kreatif dan berinovasi dalam menjalankan bisnisnya, mereka juga harus melengkapi usahanya dengan izin.
”Dengan adanya izin usaha, akan mempermudah pelaku usaha mengembangkan usahanya. Dengan adanya izin usaha, membantu dan melancarkan pemasaran usaha,’’ kata Ida Juliana Kasi Industri Olahan Makanan Disperindag Kabupaten Malang.
Sejauh ini, di Kabupaten Malang, banyak pelaku usaha yang sadar akan masalah perizinan. Pihaknya terus mendorong para pelaku usaha untuk melengkapi usahanya dengan izin. ”Kami akan membantu prosesnya. Kepada para pelaku usaha yang belum paham akan perizinan, bisa berkonsultasi ke kami, dan kami sangat terbuka, serta membantu perizinan tersebut,’’ katanya, disela-sela kegiatan pelatihan olahan keripik beberapa waktu lalu.
Tidak memungkiri, banyak pelaku usaha enggan mengurus izin, lantaran mengatakan ribet. Tapi, asumsi itu diharapkan tidak perlu ada lagi, karena dia memberikan jaminan kemudahan perizinan.
Selain izin usaha yang penting bagi pelaku usaha, adalah pakaging. Dihadapan para pelaku usaha, Indah mengatakan agar warga membuat kemasan sangat menarik, sehingga konsumen tertarik membeli. ”Packaging ini juga penting. Dengan packaging yang bagus, dan menarik, maka akan banyak konsumen tertarik dan penasaran, kemudian membeli produk tersebut,’’ ungkapnya.
Kepada para peserta pelatihan, Indah mengatakan kepada mereka untuk selalu berinovasi, dan tidak monoton. Dengan adanya inovasi, usaha mereka akan cepat berkembang. ”Jadi dulu, produknya hanya dikemas dengan plastik transparan, mungkin sekarang harus dipikirkan packagingnya yang lebih menarik. Tapi, rasa juga tidak boleh ditinggalkan. Karena untuk olahan makanan, merupakan satu kesatuan. Selain usaha yang memiliki izin, packaging yang bagus, dan rasanya harus oke. Konsumen pasti akan tertarik, dan terus membeli,’’ tandasnya.
Sementara itu, para pelaku usaha yang mengikuti pelatihan olahan keripik, tampak serius. Mereka terlihat sangat bersemangat. Terutama saat melakukan praktik. Dari 40 orang yang ikut, hanya 10 saja yang pelaku usaha. Sedangkan lainnya masyarakat biasa.
Ida Royani, salah satu peserta pelatihan mengaku senang dengan kegiatan ini. Dengan mengikuti kegiatan tersebut, dia mendapatkan pengalaman baru. Dengan mengikuti pelatihan ini, dia memiliki peluang untuk membuat usaha. ”Senang, apalagi diajari cara membuat keripik dan  lainnya,’’ ujar Ida. (ira/udi)