Pastikan Pengawet Sesuai Standar Keamanan Pangan

 
MALANG – Ketahanan produk olahan makanan dan minuman menjadi permasalahan industri kecil menenangah (IKM) di Kota Malang. Padahal, ketahanan produk sangat diharapkan untuk meningkatkan kualitas dan umur produk yang dihasilkan. Sehingga peredarannya bisa lebih jauh dan tetap berkualitas.
Untuk menjawab itulah, Dinas Perindustrian (Diperin) Kota Malang memberikan pelatihan bagi IKM di Kota Malang terkait teknologi untuk makanan dan minuman. Pelatihan diberikan selama empat hari, mulai Senin sampai Kamis (30/8), di The Grand Palace Hotel Kota Malang.
“Kami ingin meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan IKM di Kota Malang. Dengan tekonologi yang tepat, produk yang dihasilkan IKM akan lebih tahan lama dan tetap berkualitas,” kata Kasi Industri Makanan dan Minuman Disperin Kota Malang Suswati kepada Malang Post, kemarin.
Para IKM mendapatkan pengetahuan dari akademisi Universitas Brawijaya Malang. Mereka diajarkan bagaimana menghasilkan produk yang lebih tahan lama dan berkualitas. Mulai dari pemilihan bahan baku yang baik, proses produksi sampai dengan tahapan packing.
“Contohnya membuat olahan kue, bagaimana kue itu bisa tahan lebih lama dengan proses produksi yang harus sesuai dengan teknologi dan cara produksi pangan yang baik,” ungkapnya.
Selain menggunakan teknologi tepat guna, IKM juga mendapatkan pengetahuan penggunaan bahan pengawet yang sesuai dengan standar keamanan pangan, seperti penggunaan benzoat dan bahan pengawet lainnya. Takaran dan penggunaan bahan pengawet itupun harus terukur sesuai dengan kadar yang diperbolehkan.
“Bahan ini aman untuk pangan. Karena itu harus sesuai dengan takaran yang telah ditentukan sesuai dengan standar keamanan pangan,” tambahnya. (aim) 

Berita Terkait