Gandeng Pelaku UMKM Kembangkan Kemitraan

 
MALANG – PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) Tbk, selaku pemilik jaringan ritel Alfamart mengajak para pedagang kelontong dan pelaku UMKM untuk bermitra bersama. Agar produk UMKM yang dihasilkan para pelaku usaha kecil ini bisa masuk ke dalam ritel modern.
Hal itu disampaikan Regional Manager Corporate Communications Alfamart, Mochammad Faruq Asrori dalam pelatihan manajemen ritel modern bagi pelaku UMKM di Kecamatan Kedungkandang, di aula kantor Kecamatan Kedungkandang, Kamis (13/9).
Acara yang bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya itu diikuti sekitar 60 pelaku UMKM dan pemilik toko kelontong di Kecamatan Kedungkandang.
“Pelatihan ini rutin kami adakan, sebagai bagian dari CSR perusahaan. Pelatihan tidak hanya sampai disini bahkan nantinya kami akan berupaya melakukan pembinaan secara berkesinambungan melalui tim MRO (Member Relationship Officer) Alfamart,” kata Mochammad Faruq Asrori kepada Malang Post.
Dijelaskannya, manjemen ritel yang digelar seputar bagaimana pengetahuan mendisplay produk berdasarkan jenis dan kandungan, misalnya air mineral dengan deterjen harus dipisahkan. Begitupun juga dari segi pengelolaan keuang harus dibedakan antara pendapatan toko dengan kebutuhan sehari-hari.
“Seperti kami, meskipun itu direktur atau bahkan pemiliknya Alfamart, kalau ke Alfamart tetap harus membayar. Kalau kejadian di toko kelontong tidak demikian, misalnya Bapaknya mengambil rokok anaknya mengambil permen dibiarkan tidak membayar,” ujar Faruq.
Pelatihan kepada peserta tak cukup sampai disitu, bahkan mereka pun diajarkan tentang pelayanan kepada konsumen. Penting bagi penjual untuk melayani konsumen dengan pakaian rapi, santun, ramah, serta dengan senyuman.
Disisi lain pelatihan yang diberikan kepada puluhan masyarakat kecamatan Kedungkandang sejalan dengan visi Alfamrt yang ingin tumbuh dan berkembang bersama-sama pedagang kecil.
“Terlebih dalam pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) apabila antara perusahan ritel dengan pelaku usaha kecil tidak bersatu akan terlindas dengan serbuan pedagang asing,” terangnya.
Apa yang dilakukan Alfamart itu mendapat apresiasi positif dari Camat Kedungkandang, Pent Haryoto yang membuka acara pelatihan itu. Bahkan sebagian besar peserta pelatihan juga mengaku mendapat bekal yang berharga dan bermanfaat untuk menjalankan usaha yang saat ini mereka tekuni.
“Banyak manfaatnya ikut pelatihan ini karena bisa tahu bagaimana menjadi mitranya Alfamart, bagaimana memasukkan produk kami. Diberitahu juga syaratnya meliputi produk harus punya PIRT, label halal, dan lainnya,” terang Eka Yuni Astuti, salah satu peserta pelatihan. (lin/aim)

Berita Terkait