Fokus Ekonomi Kreatif, Manjakan UMKM


MALANG - Beberapa waktu terakhir, pemerintah sedang menggencarkan berbagai macam upaya untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Tak terkecuali Kota Malang, masih banyak PR besar yang harus dibenahi, utamanya terkait pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Pengamat Ekonomi Universitas Brawijaya Malang, Dias Satria mengungkapkan, untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan, ia mendukung langkah pemerintah untuk mulai memberi ruang bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang saat ini sedang berkembang. "Saya melihat arahan walikota jelas berpihak terhadap ekonomi kerakyatan. Hal itu terlihat dari kebijakan rencana pembangunan  mall UKM, revitalisasi pasar tradisional, penguatan produk-produk UMKM," kata dia.
Menurut pria berkacamata ini, untuk mengembangkan potensi ekonomi di Kota Malang, tidak perlu program yang muluk-muluk. Namun, cukup fokus dengan mendukung kegiatan ekonomi yang telah dilakukan masyarakat lokal. "Itulah yang saya pikir secara jangka panjang akan mampu memperkuat pondasi ekonomi kita," jelasnya.
Saat ini, lanjut Dias, Kota Malang merupakan pusat destinasi wisata dan destinasi pendidikan. Pasar di Kota Malang sudah cukup besar. Selain wisatawan, ribuan mahasiswa pendatang datang ke Kota Malang untuk belajar. "Marketnya sudah besar, tinggal bagaimana caranya memperkuat pelaku ekonomi lokal untuk bisa eksis ikut dalam pengembangan ekonomi. Jangan sampai ini dinikmati oleh investor dari luar Kota Malang," papar Dias.
Selain ekonomi kerakyatan, sektor ekonomi kreatif juga perlu dikembangkan. Apalagi saat ini Kota Malang telah memiliki Malang Creatif Fussion (MCF) sebagai wadah pelaku industri kreatif. "Kita harus memberikan apresiasi lebih terhadap apa yang telah mereka lakukan. Karena keterlibatan anak muda penting dalam rangka mendukung pembangunan, mereka masih idealis, punya jiwa untuk bagimana caranya membangun Kota Malang," tegas dia.
Terkait ketahanan ekonomi, Dias menilai jika warga Kota Malang tidak perlu khawatir. Sebab ketahanan ekonomi sudah kuat ditopang dengan banyaknya lembaga pendidikan. "Di sektor pendidikan misalnya, banyak mahasiswa pendatang pendukung. Mereka butuh sandang dan pangan. Itu akan berkontribusi pada ketahanan ekonomi di Kota Malang. Tinggal bagaimana caranya pelaku ekonomi lokal bisa terlibat dalam proses tersebut," pungkas Dias.(tea/lim)

Berita Terkait