Dorong KUMKM Bangun Kemitraan Strategis

 
MALANG – Kementerian Koperasi dan UKM RI mendorong dan mengembangkan pola kemitraan usaha, antara Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) dengan usaha skala besar. Dengan pola kemitraan ini akan mempercepat KUMKM naik kelas. Karena kesenjangan antara usaha kecil, menengah sampai yang besar sangat tinggi.
Menurut Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kemenkop dan UKM RI, Ir Hasan Jauhari MA, mendongkrak akses pasar KUMKM salah satunya melalui kemitraan usaha. Kemitraan usaha bagi KUMKM tidak bisa diserahkan kepada pasar.
Karena itu harus direkayasa, seperti yang dilakukan Kamis (19/7), Kemenkop dan UKM menggelar Bimtek mendongrak akses pasar KUMKM melalui kemitraan yang digelar Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha di Hotel Solaris Malang. Sebanyak 100 KUMKM di Kota Malang dipertemukan dengan para pelaku industri besar untuk memberikan bimbingan kepada pelaku usaha mikro dan kecil. Harapannya dapat terbangun kemitraan strategis.
“Pemerintah harus hadir ditengah para KUMKM ini agar dapat terbangun kemitraan strategis dengan pelaku usaha besar. Dengan rekayasa seperti ini dapat mencari kesesuaian, memberikan kesempatan dan juga menciptakan kapasitas,” kata Hasan Jauhari, usai membuka Bimtek yang didampingi Asdep Pengembangan dan Penguatan Usaha Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM, Ir Yoseva.
Untuk bisa lebih cepat naik kelas, Kemenkop dan UKM mendatangkan beberapa narasumber dari industri besar mulai dari hulu hingga hilir. Karena mayoritas KUMKM di Kota Malang dibidang  makanan dan minuman, nara sumber yang dihadirkan dari Sriboga yang akan menerangkan pemilihan bahan baku, hingga pada hilirnya yang dihadirkan dari Carrefour untuk akses pemasarannya. Ahli desain dan packing untuk penguatan produk juga dihadirkan.
“Kalau dilihat sekilas dari produk-produk yang dibawa para peserta Bimtek di Malang ini sudah bagus. Sebagian sudah ada yang desain kemasan menarik, tapi ada juga yang harus mendapatkan sentuhan yang lebih baik. Karena itu, nanti narasumber yang akan memberikan bimbinga,” ungkapnya.
Ditambahkannya, salah satu untuk menciptakan nilai dari produk yang dihasilkan melalui desain kemasan. Dengan tampil beda akan memiliki nilai lebih. Kelebihan inilah yang menciptakan nilai. “ Ujungkan akan berpengaruh pada harga. Kalau nilainya bagus, maka harganya juga akan bagus, begitu juga sebaliknya,” tambahnya.
Asdep Pengembangan dan Penguatan Usaha Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM, Ir Yoseva menambahkan, Bimtek itu sebagai fasilitasi kemitraan usaha KUMKM dengan usaha menengah dan besar, agar mereka dapat mengembangkan akses pasar yang lebih luas lagi.
“Diharapkan KUMKM dapat berkembang handal dan berdaya saing. Sehingga dapat terwujudnya sinergitas antara usaha mikro kecil dengan usaha menengah dan besar,” jelasnya.
Kadis Koperasi dan UKM Kota Malang Tri Widyani ini juga berharap, dengan Bimtek itu akan mempercepat KUMKM di Kota Malang naik kelas. Lima tahun belakangan, Pemkot Malang terus berupaya menjadikan usaha mikro kecil ini siap berdaya siang dan kemandirian usahanya.
“Kota Malang memiliki potensi ekonomi kreatif dan produktif,” terangnya. Dalam Bimtek itu, hampir seluruh peserta membawa produk yang dihasilkannya. Mereka bisa langsung konsultasi dengan para narasumber terkait dengan produk yang dihasilkannya. (aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :