Alfamart Ajak UMKM Berdaya Saing Melalui Digital


 
BATU - PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) Tbk (Alfamart) Malang menggelar pelatihan bagi UMKM di Kota Batu agar melek digital di Balai Kota Among Tani Batu, kemarin. Acara yang diikuti sekitar 75 pelaku UMKM tersebut bertujuan agar mereka dapat bersaing menghadapi tantangan pasar global.  
Pelatihan melek digital yang diberikan ini, diharapkan menjadi pegangan bagi UMKM dalam melakukan packaging hingga pemasaran produk di era digital. Bahkan lebih dari itu, Alfamart juga memberi kesempatan bagi UMKM untuk bekerjasama memasarkan produk dengan pihaknya.
Deputy Branch Manager PT SAT Malang, Darmansyah Pangestu berharap para pelaku UMKM ini, bisa berkarya dan kaya bersama. Untuk mewujudkan hal itu, selain memberikan pelatihan, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Batu serta media.
“Apa yang kami lakukan ini merupakan bentuk corporate social responsibility Alfamart dan bentuk  kepedulian terhadap UMKM di semua kota atau kabupaten, khususnya Kota Batu agar bisa memanejemen usaha yang dimiliki agar lebih berkembang,” terangnya. Pelatihan yang diberikan, mulai mengelola keuangan, higienitas, packaging hingga pemasaran melalui media digital.
“Setelah memberikan pelatihan, kami juga mewadahi produk para pelaku UMKM. Namun harus memiliki kriteria yang dievaluasi dahulu. Baik dari segi kemasan, lulus sertifikasi BPOM, dan barcode,” ungkap dia. Darmansyah mengaku, saat ini Alfamart telah menampung dan memasarkan lima produk asal Kota Batu. 
Mulai Ramayana Keripik Apel, Ocegan Mari Wijen, Rama Stik Kentang, Rama Stik Kentang Bawang dan Bagus Dodol.  Dengan pelatihan ini, tidak hanya meningkatkan mutu dan kualitas UMKM, tetapi para peserta bisa menjadi pioneer.
“Setidaknya bisa menjadi contoh dan meningkatkan jumlah UMKM hingga ratusan,” imbuhnya.
Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso MSi menambahkan, kebutuhan teknologi informasi saat ini tidak bisa dielakkan lagi. Pelatihan yang digelar oleh Alfamart, diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk UMKM di Kota Batu dan ditampung serta dipasarkan oleh Alfamart. 
“Saat ini ada sekitar 2.300 UMKM di Kota Batu. Sekitar 50 persen adalah usaha mikro dengn modal dibawah Rp 50 juta. Kami mendorong agar mereka memiliki surat izin usaha perdagangan agar diakui pemerintah daerah dan memenuhi syarat masuk ke dalam pasar Alfamart,” papar dia.
Pada pelatihan yang digelar selama sehari tersebut, turut hadir pula Plt Kepala Diskoperindag Kota Batu, Arif As Siddiq, Corporate Communications Regional Manajer PT SAT, M Faruq Asrori, CEO Times Indonesia, Choirul Anwar dan beberapa stafnya. (eri/mar/adv)

Berita Terkait