50 IKM Dilatih Teknologi Mamin


MALANG – Dinas Perindustrian (Diperin) Kota Malang terus berupaya meningkatkan kualitas produk industri kecil menengah (IKM) di Kota Malang. Mulai Senin (27/8) , hingga hari ini, sebanyak 59 pelaku IKM mengikuti pelatihan peningkatan kemampuan teknologi bagi IKM makanan dan minuman di The Grand Palace Hotel Kota Malang.
Kepala Disperin Kota Malang Subkhan menjelaskan, pelatihan peningkatan kemampuan teknologi bagi IKM Mamin ini sangat ditunggu para pelaku IKM di Kota Malang. Dengan teknologi yang tepat ini dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
“Pelatihan ini kelanjutan dari pelatihan sebelumnya. Karena itu, pelatihan ini diikuti IKM yang sudah berjalan dan memiliki produksi baik olahan makanan dan minuman,” kata Subkhan kepada Malang Post.
Disperin menggandeng para akademisi dari Universitas Brawijaya Malang. Beberapa narasumber mengisi pelatihan itu antara lain, Prof. Dr. Teti Estiasih, STP, MP dan beberapa instruktur dari UB, Dr Siti Asmaul Mustaniroh, STP, MP, Jaya Mahar Maligan, STP, MP, Ika Atsari Dewi, STP, MP dan Claudia Gadizza Perdani, STP, M.Si.K
Kasi Industri Makanan dan Minuman Disperin Kota Malang Suswati menjelaskan, pelatihan ini sudah sangat ditunggu para IKM. Melalui pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkannya. Karena para IKM mendapatkan ilmu baru terkait teknologi proses keamanan pangan. Sehingga produk yang dihasilkannya lebih tahan lama dan terjaga keamanan pangannya sesuai dengan standar keamanan pangan.
“Kalau membuat produk para IKM sudah jagonya, tapi bagaimana membuat produk itu tahan dan berkualitas itu yang dibutuhkan para IKM. Karena itu, semua IKM yang ikut pelatihan sangat antusias,” terangnya.
Dijelaskannya, teknologi yang disampaikan pun sederhana dan dapat dilaksanakan para IKM. Ketahanan pangan dimulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan sampai dengan persiapan packing. Ada standar cara produksi pangan yang baik.
“Untuk penggunaan bahan pengawet juga disampaikan yang sesuai dengan standar keamanan pangan. Sehingga para pelaku IKM mengetahui bagaimana memproduksi produk yang tahan, awet dan berkualitas,” tambahnya.
Selain materi, para pelaku IKM juga langsung melakukan praktik produksi olahan makanan dan minuman yang dibimbing akademisi UB. Hari ini, para pelaku IKM juga akan diajak melihat dari dekat IKM yang telah sukses dalam memproduksi dan menerapkan teknologi untuk makanan dan minuman yang ada di Kota Batu. (aim)

Berita Terkait