Pengguna PUBG Mobile Tembus 100 Juta


JAKARTA - Lebih dari setahun sejak resmi dirilis, PlayerUnknown's Battleground (PUBG) versi mobile dilaporkan tembus sampai 100 juta pengguna aktif bulanan secara global. Jumlah tersebut rupanya belum termasuk di China.
Tencent selaku publishernya sudah berjuang setahun lebih agar game besutannya itu masuk di kandang sendiri. Gagal direstui pemerintah, Tencent pun menyediakan opsi lain bernama Game of Peace di negeri Tirai Bambu ini.
Sehubungan dengan kepopuleran PUBG Mobile itu pula, game bertajuk battle royale ini telah jadi lumbung pendapatan bagi Tencent. Menurut peneliti pasar App Annie, sebagaimana dikutip dari Venture Beat, Jumat (17/5/2019), PUBG Mobile telah menghasilkan USD 100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun ke kantong Tencent
Seakan merayakan capaian tersebut, Tencent pun menghadirkan Royal Pass Season 7 bersamaan dengan pembaruan versi 0.12.5. Update ini sudah tersedia bagi smartphone berbasis Android maupun iOS.
Selain berbagai penyesuian gameplay, update terbaru menambahkan senjata pistol mesin bernama Skorpion yang dapat diisi dengan peluru 9 mm. Skin avatar langka dan server untuk gamers di Timur Tengah juga tersedia.
PUBG Mobile yang mendapat sorotan tajam di berbagai negara, kini mulai berbenah untuk mempromosikan kebiasaan ngegame yang sehat. PUBG resmi memperkenalkan sistem baru Gameplay Management yang diluncurkan sekaligus di banyak negara. Dirancang untuk gamer usia 18 tahun ke bawah, update itu akan memunculkan pesan pop up jika gamer terlalu lama bermain.
Dalam jangka waktu tertentu, notifikasi pop up akan muncul memberi peringatan agar gamer beristirahat atau berhenti memainkan PUBG. Setelah melalui tahap uji coba, sistem ini akhirnya live di Indonesia, India, Nepal, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Irak, Arab Saudi, dan Mesir.(dtc/lim)

Berita Terkait