Lensa Zeiss Otus 55mm Unggulkan Kualitas Foto


Jakarta - Zeiss Otus 55mm f/1.4 adalah lensa DSLR yang dirancang untuk menghasilkan foto dengan kualitas yang sangat baik. Lensa ini tergabung dengan keluarga lensa Otus, yang dalam bahasa latin artinya burung hantu.
Seperti sifat burung hantu yang bermata besar dan mampu melihat dalam kegelapan malam, lensa-lensa Otus memiliki bukaan lensa maksimum yang tergolong besar, yaitu f/1.4 sehingga tidak sulit untuk memotret di kondisi gelap.
Otus 55mm cukup besar dan berat, yaitu panjang 12.5 cm, dengan filter diameter 77mm dan beratnya 940gram. Meskipun demikian, ukuran ini bisa dianggap biasa untuk fotografer profesional. Lensa ini dikembangkan sekitar 2010 awal, sebelum Otus, lensa-lensa standar 50mm-an biasanya memiliki ukuran yang relatif kecil dan ringan, tapi karena tren kamera yang resolusi gambarnya makin besar seperti 24, 36, 40MP dan mungkin lebih di masa depan, maka diperlukan lensa yang kualitasnya lebih tinggi untuk me-resolve detail.
Saat dipasang di kamera yang beresolusi tinggi, Zeiss mengklaim bahwa hasil foto yang dihasilkan dengan lensa ini dapat bersaing dengan hasil dari kamera medium format.
Ada dua versi mount yang disediakan untuk dipilih yaitu Nikon ZF.2 mount dengan Canon EF mount. Untuk versi Nikon, terdapat aperture ring di lensa sehingga pengguna dapat mengubah bukaan lensa langsung di lensa dengan memutarnya. Sedangkan yang Canon tidak ada, jadi bukaan lensa diatur di kamera.
Keuntungan yang versi Nikon adalah pengguna bisa mengadaptasikan lensa ke berbagai kamera DSLR atau mirrorless dengan mengunakan adaptor yang simple tanpa pin kontak. Tapi yang untuk Canon harus mengunakan adaptor yang memiliki pin kontak untuk berkomunikasi dengan body kamera.
Kelemahan versi Nikon jika dipasang ke kamera mirrorless dengan adaptor yang simple, file foto yang ditangkap tidak akan memiliki EXIF data yang berisi informasi bukaan lensa yang digunakan. Sedangkan yang versi Canon, EXIF data akan terekam.
Zeiss Otus ini adalah lensa manual fokus, untuk mengoperasikannya relatif lebih mudah daripada lensa manual fokus pada umumnya karena indikator jarak fokus sangat jelas, focus throw-nya juga sangat panjang, dari 50 cm sampai tak terhingga (infinity) sehingga manual fokus yang akurat bisa didapatkan.
Lensa ini cocok untuk berbagai jenis fotografi, tapi menurut pengalaman saya, sangat bagus untuk foto-foto yang alami seperti foto bunga, tanaman dan karena jarak fokalnya standar dan bukaannya besar, cocok juga untuk foto portrait manusia. Saya mendapati ketajamannya sangat bagus, meski memotret subjek yang disinari dari belakang (backlight). Hasil fotonya tetap tajam, kontras, dan tidak ada chromatic abberation/color fringing. Saya juga telah mencoba untuk foto portrait dan hasilnya bagus dari segi ketajaman, warna dan bokeh.
Meskipun sebagian besar hasil fotonya saya suka, tapi ada kondisi dimana hasilnya tidak begitu menggembirakan, misalnya saat saya memotret dengan latar belakang cahaya buatan seperti lampu, bokeh (bulatan) di hasil foto, isinya tidak begitu mulus seperti irisan bawang, mungkin karena elemen aspherical yang sering digunakan di di lensa-lensa modern. (dtc/aim)

Berita Terkait