Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit Makin Mahal


MALANG – Musim kemarau berdampak pada sebagian harga kebutuhan pokok.  Harga cabai rawit merah di pasaran harganya mengalami kenaikan. Saat ini, harga cabai rawit berada di angka Rp 85 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai merah besar berada di angka Rp 55 ribu per kilogram. Kenaikan harga komoditi tersebut diduga karena jumlah stok yang mulai menipis.
"Saat ini sedang musim kemarau panjang. Sehingga, banyak cabai yang kering dan mati sejak di pohon. Jadi, jumlah stok berkurang. Kualitas cabainya juga tidak seperti biasanya, cenderung menyusut dan tidak segar," kata Pedagang Cabai Pasar Besar, Agus Salam.
Agus menguraikan, kenaikan harga cabai tersebut tak tanggung-tanggung, yakni di kisaran Rp 10 ribu per kilogram. Untuk cabai rawit harga yang mulanya Rp 75 ribu per kilogram menjadi Rp 85 ribu per kilogram. Sementara, untuk cabai merah besar, mulanya Rp 55 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram. Sedangkan untuk cabai rawit hijau, dari Rp 58 ribu menjadi Rp 62 ribu per kilogram.
"Masih belun bisa diprediksi harga cabai ini terus naik sampai kapan. Kalau misalnya musim kemarau masih panjang, kemungkinan stok terus menurun dan harganya akan terus mahal," lanjut dia.
Jika kondisi tersebut dibiarkan terus menerus, tidak menutup kemungkinan, cabai menjadi salah satu komoditi penyebab inflasi. Seperti yang terjadi pada bulan Juli lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, kenaikan harga cabai mampu memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,1857 persen. Sementara, untuk kenaikan harga cabai mereah besar mengalami kenaikan harga inflasi sebesar 0,06 persen.
Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo mengungkapkan, saat ini komoditi cabai rawit merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat, baik dalam skala rumah tangga maupun hingga skala industri dan rumah makan.
"Cabai ini kan diperlukan masyarakat. Problemnya, supply and demand di Kota Malang ini kan sangat tergantung pasokan dari luar," terangnya. (tea/aim)

Berita Terkait