Kroasia Menuju Sejarah Baru

 
RUSIA – Halangan dan rintangan tak membuat skuad timnas Kroasia undur dari perjuangannya mencetak rekor anyar dalam keikutsertaannya di Piala Dunia. Luka Modric dkk, baru saja mencatat sejarah dengan melaju ke partai pamungkas Piala Dunia 2018 Rusia, setelah menjungkalkan favorit juara, timnas Inggris dalam fase semifinal dengan skor 2-1.
Perjuangan mereka tidak mudah, karena partai 4 besar harus diulur hingga 2 x 15 menit babak tambahan sebelum memastikan tiket ke fase final Piala Dunia. Skor 2-1 atas Inggris adalah bukti kedigdayaan kuda hitam Kroasia yang sempat diragukan di awal-awal kompetisi. Perjalanan Ivan Rakitic dkk menuju puncak pun sangat berliku.
Namun, momentum Kroasia belum selesai. Prancis menjadi halangan terakhir Mario Mandzukic dkk untuk berdiri di atas tahta supremasi tertinggi sepakbola dunia. Kapten Kroasia, Luka Modric membenarkan bahwa momentum timnasnya sama sekali belum berakhir, kontradiktif dengan pandangan para pengamat bola sebelum pertandingan lawan Inggris dimulai.
“Jurnalis dan pengamat bola mereka (Inggris) di televisi berbicara sebelum laga, tentang kami yang sudah capek, sudah menjadi walking dead, zombie,” ungkap Modric, dilansir BeIN Sports, usai pertandingan.
Dengan nada sinis, Modric menyebut para pengamat bola yang berkoar-koar di media Inggris, sebagai sekumpulan orang arogan dan tidak memiliki rasa hormat. Kemenangan Kroasia lewat gol Mandzukic di babak tambahan, menjadi jawaban yang menampar wajah para pengamat bola Inggris. Menurut bintang Real Madrid tersebut, kritikan serta ejekan dari pengamat bola Inggris, menjadi energi tambahan yang membakar semangat timnas Kroasia.
“Kata-kata dari mereka memberi kami semangat tambahan untuk membuktikan kesalahan omongan mereka. Harusnya, mereka lebih rendah hati dan tahu rasa hormat,” tambahnya.
Modric merinci, kesalahan utama para pengamat bola Inggris, adalah menganggap laga semifinal Piala Dunia 2018 yang menjadi titik balik sejarah Kroasia, sebagai laga yang sama dengan pertandingan di liga biasa.
Menurut Modric, laga semifinal Piala Dunia, tidak sama dengan laga biasa. Laga semifinal adalah laga hidup mati, yang menentukan sejarah Kroasia dalam sepakbola dunia. Sehingga, beban serta bobot laga lawan Inggris di 4 besar, jauh lebih berat ketimbang laga penyisihan maupun laga fase grup Piala Dunia 2018.
“Ketika kami bermain di semifinal Piala Dunia, mustahil untuk merasa capek. Kami tahu apa yang kami pertaruhkan. Dan kami sudah membuktikan hal itu. Laga lawan Argentina adalah pertandingan terbaik kami. Tapi, semifinal adalah laga terbaik lainnya,” sambung mantan gelandang Tottenham Hotspur ini.
Kroasia mencatatkan rekor tak terkalahkan di fase grup D hingga menuju puncak Piala Dunia 2018 Rusia. Dua kali hasil imbang, terjadi di 16 besar saat lawan Denmark dan perempat final lawan tuan rumah Rusia. Lolosnya Kroasia ke final ini menjadi sejarah emas bagi negara pecahan Yugoslavia tersebut. Untuk kali pertama dalam sejarah, Kroasia melangkahkah kakinya di final Piala Dunia.
Salah satu pahlawan kemenangan Kroasia sudah tentu Ivan Perisic. Winger Inter Milan ini mencetak gol penyama kedudukan yang bisa melecut semangat skuad Kroasia untuk melaju ke final. Perisic mengakui jika laga versus Inggris merupakan pertandingan tersulit sepanjang tampil di Rusia 2018. Namun, mental juara mereka tak terbendung untuk memberikan sedikit kebanggaan bagi rakyat Kroasia.
"Kami semua paham nilai penting sebuah partai semifinal bagi sebuah negara kecil seperti Kroasia. Kami memulai pertandingan dengan lamban tapi kemudian bisa menunjukkan karakter kami yang sesungguhnya," sebut Perisic.
Ivan Perisic pun teringat dengan momen bersejarah Kroasia pada 20 tahun lalu. Saat itu untuk kali pertama, Kroasia tampil di partai semifinal Piala Dunia dalam debut mereka di ajang sepak bola terakbar di dunia tersebut. 
"Dua puluh tahun lalu saya masih tinggal di Omis, kota kelahiran saya. Saya keturunan Kroasia dan mengenakan jersey Kroasia. Saat itu saya hanya bisa bermimpi bisa bermain untuk negara saya dan mencetak salah satu gol penting di semifinal yang membawa kami ke partai final," kenang Perisic.
Kini, 20 tahun berselang, mimpi masa kecil Perisic pun terwujud. Tak hanya tampil membela Kroasia, Perisic benar-benar mampu membawa negaranya menuju final Piala Dunia untuk kali pertama. Kroasia pun menjaga peluang Piala Dunia 2018 ini bakal melahirkan juara baru, kala menghadapi Prancis, Minggu (15/7). (fin/bua) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :