Bos Persebaya Mimpi Juara Liga 1


SURABAYA - Bos Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, bermimpi memimpin skuadnya untuk merengkuh gelar Liga 1 2019. Secara kualitas skuad, tentu hal itu bukan hal yang mustahil.
Skuad berjuluk Green Force tampil cukup baik pada laga pramusim. Mereka sukses melaju hingga final Piala Presiden 2019 meski akhirnya harus kalah dari Arema FC.
Kendati gagal juara, jelas performa di Piala Presiden 2019 bisa jadi sinyal bahaya dari Persebaya buat seluruh kontestan Liga 1. Azrul mengakui kalau skuadnya juga punya mimpi besar musim ini.
“Semua klub pasti punya mimpi jadi juara. Kalau tidak punya mimpi jadi juara mungkin jangan mengelola klub, kira-kira begitu,” ungkap Azrul kepada wartawan.
Akan tetapi Azrul selalu menekankan kepada para pemain untuk selalu menginjakkan kaki di bumi. Jangan sampai terbuai oleh angan-angan.
“Karena kami harus menata, bukan hanya untuk tahun ini tapi untuk tahun-tahun ke depannya juga. Tahun lalu kami finis di lima besar, tapi selisih poinnya lebih dekat ke degradasi daripada juara. Jadi kami tentu minimal harus lebih baik dari musim lalu,” pungkas Azrul.
Ia mengakui kalau jadwal Liga 1 2019 berjalan sangat padat. Kondisi tersebut harus dipikirkan secara matang oleh tim pelatih karena berkaitan dengan kondisi fisik pemain.
Liga 1 rencananya akan dihelat pada 15 Mei mendatang. Laga PSS Sleman vs Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman bakal menjadi penanda dibukanya gelaran musim ini.
Akan tetapi, jadwal yang akan dilalui para kontestan sangat padat. Sebab, PT Liga Indonesia Baru (LIB) mematok kompetisi harus selesai pada Desember mendatang.
“Ya, kami baru dapat jadwalnya kemarin. Jadi memang ini jadwal yang sangat padat, tim pelatih kami dan manajemen sedang melakukan meeting dan persiapan karena jadwalnya sangat ketat,” ujar Azrul Ananda.
Azrul menghitung Persebaya kira-kira bertanding setiap 4,6 hari. Itu jelas akan melelahkan para pemain.
“Itu buat pemain kami harus memikirkan kesehatan dan lain-lain. Jangankan bermain sepak bola, kita suruh traveling bertanding setiap 4,6 hari saja pasti capek,” papar Azrul.
Apalagi, lanjut Azrul, bermain sepak bola dengan intensitas yang tinggi. “Jadi kami sedang menyiapkan itu juga. Besok kami punya infrastrukur yang siap untuk itu,” tutup Azrul.(jpc/jon)

Berita Terkait