Petugas Pemilu Bertumbangan, Tenaga Kesehatan Dikerahkan


MALANG - Tenaga kesehatan akhirnya dikerahkan menyusul petugas Pemilu, mulai dari KPPS, PPS dan PPK jatih sakit dan tertekan. Itu karena beratnya kerja perangkat Pemilu.
Penanganan kesehatan dilakukan serentak di Malang Raya.
Di Kota Batu, menurunkan empat sampai lima petugas kesehatan dan satu ambulans  dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Selain itu disiapkan pula pijat gratis. Mereka disiagakan di setiap kecamatan.
Berdasarkan data yang diperoleh Malang Post, di Kota Batu, sejumlah perangkat Pemilu jatuh sakit. MA Rokhim, salah seorang Panwascam sempat dilarikan ke RS
dr Etty Asharto, Kota Batu, Kamis (18/4) dini hari lalu. Penyebabnya karena serangan jantung. Kini Rokhim sudah kembali bekerja.
Sedangkan dua anggota KPPS di TPS 10 Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Yuda Joko Susilo dan Gatot Sugiarto mengalami dehidrasi. Seroang petugas PPS lagi terkena demam berdarah dengue (DBD).
Komisioner KPU Kota Batu, Heru Joko Purwanto mengatakan disiagakannya petugas kesehatan sesuai instruksi KPU Pusat. Alasannya banyak perangkat Pemilu berjatuhan sakit akibat kelelahan. Pelayanan kesehatan yang diberikan di antaranya cek kesehatan, tensi darah, hingga pemberian vitamin.  
"Banyaknya PPK dan Panwascam yang harus dilarikan ke rumah sakit karena kelelahan membuat KPU tiap daerah melakukan antisipasi dengan mengirimkan tenaga medis. Untuk Kota Batu tenaga medis dikirim ke tiap kecamatan mengingat saat ini proses rekapitulasi tingkat kecamatan," jelas Heru.
Untuk kompensasi bagi PPK atau Panwascam yang jatuh sakit masih digodok KPU Pusat. "Namun bagi petugas yang kecelakaan atau meninggal sudah diantisipasi melalui program JKK dan JKM," tandasnya.
Di Kota Malang juga dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap petugas Pemilu. Kemarin, dua petugas kesehatan dari Puskesmas Bareng disiagakan di Kantor Kecamatan Klojen, tempat rekapitulasi suara.
 Petugas Linmas, Yuliadi yang sedang siaga tak ingin kehilangan kesempatan cek  kesehatan yang digratiskan itu. Pria berusia 45 tahun ini mengaku kelelahan. Sambil duduk disamping pintu masuk, ia terlihat lemas. “Saya lelah, kurang fit. Terus saya periksa,” kata Yuliadi.
Setelah mengecek kesehatan, ia kaget karena tekanan darah tinggi. Tensi Yuliadi mencapai 230 dari ambang batas normal yang berkisar 130. Namun ia tidak mendapatkan obat, karena obat-obatan yang disediakan tidak lengkap. Yuliadi mendapat rekomendasi untuk membeli obat di apotek.
Meskipun ada yang kurang, pria yang bekerja dari pukul 07.00 hingga 19.00 WIB ini menilai langkah tersebut cukup bagus. ”Saya jadi tahu kondisi sakit saya,” katanya.
Komisioner KPU Kota Malang, Ashari Husen mengatakan, cek kesehatan gratis ini merupakan tindak lanjut hasil koordinasi KPU Kota Malang dengan Pemkot Malang. Tujuannya untuk antisipasi kejadian buruk yang menimpa para petugas yang terlibat dalam rekapitulasi suara di kantor kecamatan. “Ini dilakukan agar petugas rekapitulasi suara mampu menjaga kesehatan,” kata Ashari.
Dinas Kesehatan melalui puskemas melakukan ini sejak Senin (22/4) kemarin hingga proses rekapitulasi suara selesai. Saat ini, rekapitulasi suara telah mencapai 25 persen di setiap wilayah.
Sebelumnya di Kota Malang,  Ketua KPPS 04 Tlogomas, Agus Susanto meninggal dunia pada  
Kamis (18/4) lalu. Sedangkan Sabtu (20/4), Ketua KPPS 07 Lesanpuro, Subali sempat melakukan percobaan bunuh diri. Penyebabnya karena tertekan penghitungan suara.  Subali berhasil diselamatkan melalui pertolongan di RS Panti Nirmala.

Berita Terkait

Berita Lainnya :