Peluang Besar Caleg Pendatang Baru


MALANG - Anda berminat menjadi anggota dewan? Saat ini waktu yang tepat. Peluang calon anggota legislatif (caleg) pendatang baru di Kota Malang pada Pemilu Legislatif (Pileg) April 2019 mendatang terbuka lebar. Minimal, persaingan merebut kursi wakil rakyat tak seketat Pileg tahun 2014 lalu. Banyak politisi senior tersandera KPK.
Di daerah pemilihan (dapil) Kedungkandang misalnya, 7 politisi yang merupakan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 hingga kini masih dalam tahanan KPK. Mereka tak bisa mendaftar sebagai caleg. Padahal di dapil tersebut terdapat 10 kursi anggota dewan. Saat ini, hanya terdapat tiga anggota dewan asal Kedungkandang yang masih beraktivitas di gedung DPRD. Mereka masing-masing, H Arief Hermanto asal PDI Perjuangan, Sugiarto dari PKS dan Syamsul Fajrih asal PPP.
Berdasarkan data Malang Post, 7 anggota dewan asal Kedungkandang yang ditahan KPK itu merupakan tokoh lokal yang memiliki basis massa. Sebut saja Suprapto merupakan tokoh PDI Perjuangan yang sudah duduk di kursi dewan selama empat periode. Yakni periode 1999-2004, 2004-2009, 2009-2014 dan periode 2014-2019. Ia juga mantan ketua PAC PDI Perjuangan Kedungkandang.
Begitu juga dengan dua politisi PKB, Abd Rachman dan Sahrawi.  Abd Rachman merupakan anggota dewan dua periode. Pada periode 2009-2014, ia menjabat sebagai wakil ketua dewan. Di periode sekarang, ia merupakan anggota Komisi C. Abd Rachman dikenal sebagai tokoh Kedungkandang yang punya basis massa karena sentuhan emosional dengan warga paling timur Kota Malang itu. Sedangkan Sahrawi, mantan Ketua Fraksi PKB yang dekat dengan kalangan muda dan dunia pendidikan di Kedungkandang.
Dari Partai Demokrat,  Wiwik Hendri Astuti mengakar di dapilnya. Ia pernah menjabat wakil ketua dewan dan tercatat sebagi satu-satunya tokoh perempuan asal Kedungkandang yang duduk di legislatif.
Pakar politik Universitas Negeri Malang (UM) Dr. Nuruddin Hady, SH, MH mengatakan, dari lima dapil di Kota Malang, Kedungkandang merupakan dapil yang membuka peluang bagi caleg pendatang baru. Salah satu alasannya, karena 7 anggota dewan yang ditahan KPK asal Kedungkandang merupakan pemain lama.
Namun dilihat dari karakteristik pemilih, menurutnya, caleg tetap harus berjuang dan memainkan strategi merebut hati pemilih. “Karena dibutuhkan figur yang dekat dengan simpul-simpul pemilih,” jelasnya.
Berbeda dengan empat dapil lain, persaingan merebut kursi dewan butuh perjuangan ekstra. Sebab masyarakat di Klojen, Blimbing, Lowokwaru dan Sukun lebih rasional dalam memilih.
Mantan Ketua Parliament Watch Indonesia (ParWI) Malang ini mengatakan, secara umum caleg baru pada pileg tahun depan sangat berpeluang  mendapat kursi dewan selama mampu meyakinkan calon pemilih. “Bahwa mereka akan mampu memperbaiki citra DPRD yang buruk,” ujarnya.
Fenomena yang sama juga terjadi di dapil Blimbing. Berdasarkan catatan Malang Post, di Blimbing terdapat tiga tokoh yang punya basis pendukung namun sekarang ditahan KPK. Yakni Abd Hakim, Heri Pudji Utami dan Tri Yudiani. Tiga politisi tersebut bukan pendatang baru di panggung politik. Mereka punya basis merata di Blimbing. . (ica/van/han)

Berita Lainnya :