PAN, Usul Pertemukan Empat Ketum Partai

JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) menyambut positif peluang masuknya Partai Demokrat dalam koalisi pilpres di luar kubu pemerintah. Masuknya Demokrat bisa memperbesar kans untuk meraih kemenangan dalam pilres. Partai besutan Amien Rais itu pun mengusulkan ada pertemuan empat pimpinan partai.
Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional Saleh Daulay mengatakan, partainya senang dengan merapatnya Demokrat ke dalam kubunya. Namun, dia tidak berharap banyak sebelum ada komunikasi empat pimpinan partai.
”Koalisi Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat bisa terwujud. Tapi sebelumnya harus ada kesepahaman dan kesepakatan bersama terlebih dahulu,” kata Saleh.
Menurut Saleh, empat pimpinan partai harus menyamakan pandangan terlebih dahulu, bagaimana bersama-sama menghadapi problem bangsa. Baru setelah itu, dibicarakan figur yang tepat untuk menjadi capres maupun cawapres. Saleh melihat saat ini adal sejumlah skenario yang disiapkan partainya untuk berdiskusi terkait figur capres dan cawapres.
”Bisa kader partai, bisa eksternal partai, bisa juga kombinasi kader dan eksternal,” jelasnya.
Saleh melihat, hubungan koalisi tentu harus saling menghargai dan menghormati. Menurut dia, semua pihak dalam koalisi nanti harus mampu melihat kepentingan untuk memenangkan pilpres, tidak sekedar kepentingan partai.
”Hal yang penting adalah bagaimana agar komposisi capres dan cawapres bisa memenangkan pilpres. Itu yang perlu dan utama dibicarakan oleh pimpinan partai yang ada,” ujarnya.
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menuturkan bakal ada pertemuan antara Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto pada 24 Juli yang membahas tentang pencapresan. Demokrat akan mengajukan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres. 
”Perbincangan ini tentu kaitannya dengan itu. Pak Prabowo Capres tentu membahas siapa cawapresnya. Dari Demokrat sejak awal kita tidak capres tapi kami siapkan kader kami jadi cawapres. Tapi bagaimana itu terjadi biarkan itu,”ujar dia usai diskusi di Para Syndicate.
Meskipun begitu Hinca masih belum mau blak-blakan terkait kemungkinan Demokrat akan bergabung dengan koalisi Prabowo. Masih ada pula peluang bagi Demokrat untuk merapat ke Jokowi.
“Kita tunggu hasilnya, biarkan dialog. Sekarang biarkan pertemuan elitnya. Kita terus dialog sehingga nanti pas pertemuan SBY Prabowo sudah sedikit matang,” imbuh dia.
Jubir Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, saat ini pihaknya fokus menyiapkan pertemuan antara SBY dengan Prabowo Subianto. Menurut dia, pertemuan kedua partai itu untuk membahas rencana koalisi dua partai.
Setelah pertemuan Partai Gerindra dan Partai Demokrat selesai dan disepakati akan berkoalisi, maka tentu akan ditindaklanjuti dengan mengumpulkan partai-partai yang bakal bergabung dalam koslisi tersebut. “Akan ada waktunya semua ketua umum partai bertemu,” kata dia. Namun, khusus pertemuan pada 24 Juli nanti hanyalah  komunikasi dua partai, belum komunikasi dengan banyak partai.
Jadi, dia meminta PAN bersabar. Apalagi PAN juga belum pasti apakah akan mendukung Jokowi atau Prabowo. “Nanti ada waktunya bersama-sama. Ini masih murni urusan Demokrat dengan Gerindra,” terang dia. Menurut dia, Prabowo berupaya memperbesar dukungan koalisi.
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengucapkan terimakasih kepada PKS, PAN dan Partai Demokrat yang akan berkoalisi dengan partainya. “Kami hormati juga kalau mereka ingin mengusung kadernya sebagai cawapres,” ungkap dia saat ditemui di gedung DPR RI .
Dia tidak memungkiri bahwa akhir-akhir ini partainya dekat dengan Demokrat. Menurutnya, Partai Demokrat lebih baik berkoalisi dengan partainya daripada bergabung dengan partai koalisi pemerintah. Pihaknya tidak menawarkan kursi cawapres kepada Partai Demokrat, tapi mereka yang ingin kader terbaiknya menjadi cawapres. “PAN dan PKS juga sama. Kami hormati semua,” ucap Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu.
Sikap partai memang harus demikian. Mereka harus menyiapkan kader terbaiknya untuk tampil sebagai pemimpin nasional. Namun, semua partai harus realistis bahwa nantinya hanya satu yang bisa diterima sebagai cawapres, karena tempatnya hanya satu. Dia yakin semua partai yang berkoalisi dengan Partai Gerindra akan legowo menerima cawapres yang nantinya diputuskan. “Siapa pun yang terpilih, apakah dari PKS, PAN, dan Demokrat atau mungkin dari luar partai, semuanya akan menerima selama melalui keputusan bersama,” urai dia.(bay/lum/jun/jpg/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :