KPU Sepi Pendaftar Pileg 2019


MALANG – Belum satu pun Partai Politik mendaftar ke KPU di Malang Raya, hingga hari kelima pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg), kemarin. Pendaftaran unutk Pileg tahun 2019 telah dibuka sejak 4 Juli lalu. Di Malang Raya, ada sekitar 14 – 16 parpol yang bertarung. Mereka memperebutkan 45 kursi di  Kota Malang, 50 kursi di Kabupaten Malang dan Kota Batu periode ini meningkat menjadi 30 kursi.
Komisioner KPU Kota Malang Ashari Husein, pendaftaran calon anggota legislatif ini akan ditutup pada Selasa (17/7) pukul 00.00. Menurut dia, sampai saat ini belum ada parpol yang mendaftarkan calon anggota legislatifnya ke KPU.
“Kalau yang konsultasi banyak. Kita tunggu sampai dengan tanggal 17 Juli 2018 pukul 00.00, itu merupakan waktu akhir pendaftaran,’’ kata pria yang menjabat sebagai Divisi Sosialisasi, KPU Kota Malang ini.
Ashari menyebutkan, untuk pemilihan calon anggota legislatif tahun 2019, di Kota Malang akan diikuti 16 partai politik. Dan masing-masing parpol boleh mendaftarkan calon anggota legislatifnya sesuai dengan jumlah kursi DPRD Kota Malang.  Ashari juga menguraikan untuk syarat pendaftaran, semuanya telah diatur dalam UU no. 7 tahun 2017 tentang Pemilu.
Dia pun menyebutkan, tak seperti pemilu lima tahun lalu, di mana pemeriksaan kesehatan hanya boleh dilakukan di RS milik pemerintah dengan klasifikasi kelas I. Sementara untuk Pemilu tahun ini, pemeriksaan kesehatan cakal calon boleh dilakukan di seluruh rumah sakit atau puskesmas dan lembaga lain milik pemerintah.
Untuk Kota Malang dikatakan Ashari, ada dua rumah sakit yang bisa melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap, yaitu pemeriksaan jasmani, rohani dan bebas narkoba. Yakni RSSA Malang dan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang.
”RSUD Kota Malang dan 16 Puskesmas di Kota Malang juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan. Tapi hanya melayani pemeriksaan jasmani saja. Calon anggota legislatif juga dapat melakukan pemeriksaan bebas narkoba di BNN Kota Malang,’’ tuturnya.
Sementara Ashari juga mengatakan, ada syarat yang berbeda antara pemilihan legislatif tahun 2014 dengan tahun 2019. Di mana calon anggota legislatif wajib mendaftaran 30 persen keterwakilan perempuan, dengan sistem zipper. ”Zipper ini artinya zig zag. Di mana di antara tiga calon, dua laki-laki satu perempuan. Keterwakilan 30 persen ini berlaku untuk masing-masing dapil,’’  jelas Ashari.  Dia juga menyebutkan, parpol  di Kota Malang boleh mencalonkan 100 persen jumlah kursi di DPRD. Dia pun mengatakan, jumlah kursi di DPRD Kota Malang sebanyak 45 kursi. Dengan lima daerah pemilihan (Dapil). Masing-masing, dapil Kedungkandang 10 kursi, dapil Sukun 10 kursi,  dapil Klojen 6 kursi, dapil lowokwaru 9 kursi dan dapil Blimbing 10 kursi.
Sementara itu, Ketua LPP PKB Kota Malang, Arif Wahyudi mengakui belum mendaftarkan calon anggota legislatifnya ke KPU. Itu karena saat ini sedang melengkapi surat-surat yang menjadi persyaratan. Begitu juga Partai Demokrat, PAN, PDIP, Partai Hanura, dan Partai Nasional Demokrat, PKS. Masing-masing Parpol ini mengakui jika belum mendaftarkan calon anggota legislatifnya, dengan alasan masih melengkapi surat-surat.
”Kami Partai NasDem akan mendaftarkan calon legislatif serentak seluruh Indonesia pada Senin (16/7) mendatang. Persyaratan kami sudah lengkap, dan juga sudah kami input datanya ke Silon. Tinggal berangkat saja,’’ tegas Ketua DPD Partai NasDem Kota Malang, Hanan Djalil. Dia mengatakan target Partai NasDem untuk pemilihan legislatif delapan kursi, dan target lainnya, Partai NasDem siap merebut kursi jajaran pimpinan dewan
Parpol Belum Isi Silon

Berita Terkait

Berita Lainnya :